PKL Samarinda

Pemkot Samarinda Dituding tak Membina PKL

PKL merasa zaman Walikota Waris Husein, Lukman Said dan Ahmad Amins memimpin kota Samarinda lebih baik dalam pembinaan pedagang.

Pemkot Samarinda Dituding tak Membina PKL
tribunkaltim/m yamin
Rusli menunjukan 10 rombong disita Satpol PP yang akan diambil kembali pedagang, Kamis (3/3).
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pemerintah Kota Samarinda yang dipimpin Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Wakil Walikota Nusyirwan Ismail dinilai tak melakukan pembinaan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di terminal angkot dan Pasar Pagi pinggir Tepian Sungai Mahakam.

PKL merasa zaman Walikota Waris Husein, Lukman Said dan Ahmad Amins memimpin kota Samarinda lebih baik dalam pembinaan pedagang, daripada sekarang. "Dulu, kami diberi tempat untuk berdagang di pelabuhan dan terminal taksi Pasar Pagi dan pedagang ditata sedemikian rupa oleh pemerintah agar bersih, tertib dan indah. Tapi di zaman pemerintah sekarang ini, kami PKL seperti dimusnahkan," kata Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Menggugat (SPKLM), Rusli, Kamis (3/3/2011).

Rusli mencontohkan apa yang dialami pedagang saat ini rombongnya disita aparat Satpol PP sebanyak 10 buah. Rombong itu disita aparat 15 Februari lalu ketika dini hari tidak ada aktivitas pedagang. Kini, untuk mengambil rombong, pedagang disuruh tandatangan surat pernyataan tak boleh berjualan lagi di Pasar Pagi pinggir sungai.

Padahal, lokasi tersebut tempat strategis buat istirahat pekerja dan penumpang kapal berteduh memerlukan pedagang. Kini tempat itu dibersihkan dari pedagang dan malah menjadi tempat parkiran angkot gelap.

Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved