• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Kaltim

Setahun Buat Lebih 400 Sketsa

Rabu, 24 Agustus 2011 18:26 WIB
Setahun Buat Lebih 400 Sketsa
niko ruru/tribun kaltim
Dr Senoaji

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id
- Mensketsa menjadi hobi yang sudah lama ditekuni  dr Senoaji Wijonarko. Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan, ia masih
saja bisa meluangkan waktunya untuk membuat sketsa. Dalam setahun saja, ia
telah menghasilkan lebih 400 sketsa.


Seno sejak kecil memang gemar menggambar. Hobinya itu terasah saat ia mengambil Jurusan Arsitektur di Universitas Hasanuddin Makassar tahun 1996 silam.


“Sketsa itu ilmu dasar di arsitektur. Saya memang hobi menggambar, kebetulan dapat ilmu mensketsa di arsitektur. Jadi waktu itu saya tidak kesulitan membuat sketsa,” ujar pria kelahiran Bukit Tinggi, 18 Maret 1978 ini.


Sejak kuliah di arsitektur, ia aktif membuat sketsa. Namun setahun kemudian, kegiatannya sempat vakum karena Seno beralih ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.


Tahun 2001 ia kembali aktif mensketsa. Saat itu ia lebih banyak mensketsa suasana kelas belajar seperti saat dosen sedang mengajar.


“Tahun 2003 saat koas saya vakum lagi. Nanti tahun 2010 baru mulai lagi sampai sekarang,” ujar suami Eiyta ini.


Seno lebih senang mensketsa apa yang ada di depan matanya. Dari 400 sketsa yang dibuatnya setahun belakangan ini, kebanyakan bercerita tentang humanis. Ia pernah membuat sketsa Bupati Nunukan Basri yang sedang melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Nunukan.


“Kemudian saya pernah mensketsa di pasar. Masyarakat kecil, orang-orang di kota. Yang paling berkesan waktu saya buat sketsa di keramaian di Pasar Jember,” ujarnya.


Ia mengakui, mensketsa tidak semuanya mudah. Apalagi kalau itu menyangkut objek yang bergerak. ”Seperti mobil atau orang, waktu kita lagi mensketsa dia lari. Terpaksa kita hanya melengkapinya dengan imajinasi,” ujarnya.


Untuk menyelesaikan satu sketsa ia hanya menghabiskan waktu antara 15 sampai 20 menit. Itu tidak termasuk mewarnainya. Tak jarang di tengah menjalankan tugas, ia masih menyempatkan diri membuat sketsa jika memang objek yang ada di depannya sangat bagus.


“Kita lihat-lihat juga, kalau lagi rapat dan materinya benar-benar penting tidak mungkin saya mensketsa,” katanya.


Yang paling unik, Seno pernah mensketsa di ruangan operasi. Hal itupun sempat menjadi pertanyaan salah seorang wartawan Tempo yang pernah mewawancarainya.


“Saya diwawancarai anak Tempo, kok bisa mensketsa di ruang operasi? Saya bilang itu sebenarnya tidak mengganggu kinerja, karena waktu itu kita menunggu selesai operasi. Dia kan sempat melihat blog saya,” ujarnya.


Lalu bagamana reaksi orang yang pernah ia sketsa? ”Kebanyakan ketawa saja,” ujarnya.


Soal kepuasan saat menyelesaikan suatu karya, ia menilai itu relatif. Ia lebih merasa puas jika karyanya diapresiasi di forum seperti facebook atau blog dan website.


“Kalau orang mengapresiasi, kebanyakan menilai kemiripan bentuk, kemudian pewarnaan.  Di beberapa kasus misalnya berapa senior tuh diarahkan ke kompisisi, sudah masuk ke teknis. Sejauh ini apresiasi mereka
baik-baik saja,” katanya. 
Penulis: Niko Ruru
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13993 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas