A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Institut Teknologi Kalimantan - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Institut Teknologi Kalimantan

Sabtu, 10 September 2011 13:00 WIB
Institut Teknologi Kalimantan
jengjuminten-juminten.blogspot.com
Teknologi jadi tulang punggung masa depan
SECARA geografis, kondisi Indonesia Bagian Barat lebih maju. Disusul bagian tengah, dan terakhir nasib yang paling buruk adalah kondisi Saudara-saudara kita saat ini hidup dan bermukim di wilayah Indonesia bagian timur. 

Kalimantan secara umum masuk wilayah tengah, meski dalam pembagian waktu ada sebagian masuk Indonesia Barat, tetapi tingkat kemajuan dan kondisinya sami mawon alias sama saja dengan wilayah Kalimantan lainnya.

Kekayaan alam yang luar biasa di pulau terbesar ini ternyata tidak serta merta mengubah wajah Kalimantan menjadi jauh lebih baik atau lebih sejahtera dibanding di wilayah Indonesia Barat, Jawa dan Sumatera. Malahan kondisinya semakin 'merusak', terutama sumber daya alam (SDA) wilayah ini seolah dikuras habis-habisan untuk keperluan nasional.

Pembangunan supra maupun infrastruktur jauh tertinggal, jalur Trans-Kalimantan yang telah diawali pembangunannya sejak zaman Orde Lama, berlanjut ke Orde Baru terus ke Orde Reformasi ternyata belum terhubung secara keseluruhan.

Harus ada lompatan jauh ke depan untuk mensejajarkan Kalimantan dengan Jawa dan Sumatera. Tanda-tanda itu bukan tidak ada meski harus diakui tampak samar dan jauh. Kini suasananya agak berbeda, setelah muncul pernyataan dari Walikota Balikpapan H. Rizal Effendy bahwa dia akan memanfaatkan kehadiran Mendiknas M. Nuh bahwa Balikpapan dan Pemprov Kaltim telah siap menyediakan lahan minimal 200 hektare untuk rencana pembangunan kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Pekan depan, Poltekba dari yayasan akan dialih statusnya menjadi Politeknik Negeri Balikpapan, Mendiknas hadir pada acara itu. Rencana pembangunan ITK di Balikpapan, kata Rizal, muncul dari tantangan M Nuh. Menurut Rizal, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memiliki rencana membangun institut teknologi di Kalimantan. Kata Rizal, waktu itu Pak Menteri bilang apakah Balikpapan siap menyediakan lahan minimal 200 hektare, untuk pembangunan ITK 2012 nanti di Balikpapan?

Pemkot kini telah menyiapkan beberapa alternatif lahan yang sebagian besar berada di wilayah utara Balikpapan. Di antaranya Kariangau, Teritip atau Karang Joang. Diimpikan, kelak ITK  di Balikpapan itu akan setara dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) atau Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS).

Tahun 2012, Kemendiknas akan mengalokasikan dana untuk pembuatan Detail Engineering Design (DED) ITK, lahan disiapkan 2011 ini, kemudian DEDnya 2012, dan pembangunan fisiknya bisa dimulai 2013 mendatang," pungkas Rizal.

Siapapun yang berani melahirkan ide dan kemudian meralisasikan gagasan ini patut mendapat acungan jempol, mengapa? Karena pendidikan merupakan sarana terbaik untuk mengejar ketertinggalan. Tetapi terus terang, dalam hal pendidikan jelas sumber daya manusia yang mengelola ITK kelak pasti akan tidak sehebat ITB atau pun ITS, tetapi semua lapisan masyarakat di Kaltim wajib mendukung gagasan cemerlang ini.

Sayangnya memang untuk merealisasikan gagasan sebesar ini konteksnya selalu berskala nasional, demikian pula aturannya. Karena untuk mendirikan perguruan tinggi negeri baik itu universitas maupun institut teknologi sejenis ini memang harus ada keputusan dari pusat. Tanpa campur tangan pusat, rasa-rasanya hanyalah sebuah mimpi belaka.

Dengan demikian mimpi akan sebuah kemajuan di satu daerah amat sangat bergantung kepada good will dan political will pemerintah pusat. Oleh karenanya, maju tidaknya daerah sangat bergantung pusat. Jadi mohon maaf saja, bahwa kemajuan Indonesia Tengah atau Timur kalah dibanding dengan Indonesia Barat jelas-jelas ini akibat dari ketidakmampuan pusat untuk mengatur keseimbangan kemajuan wilayah di Indonesia yang sangat luas ini.

Padahal kalau mau, untuk memajukan Indonesia Tengah atau Timur, cukup dengan memindahkan Ibukota dari Jakarta ke Kalimantan atau Papua. Kalaulah political will ini berjalan, maka ada dua keuntungan sekaligus.

Pertama, kemajuan Indonesia bagian tengah dan timur segera melaju, kedua kita bisa membantu Jakarta terbebas dari lilitan persoalan kemacetan lalu lintas yang kono setiap tahun merugikan negara Rp 40 triliun. Ayo siapa berani meralisasikan gagasan 'gila' ini? (*)
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
15480 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas