A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kasus Sipadan-Ligitan Terancam Terulang - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Kaltim

Kasus Sipadan-Ligitan Terancam Terulang

Minggu, 9 Oktober 2011 23:07 WIB
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id- Sebagai pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filiphina kondisi pulau sambit dinilai sangat meperihatinkan, ancaman abrasi ombak mengakibatkan bangunan di sekitranya  termasuk mercusuar yang ada disana hampir runtuh, bahkan patok batas negara yang menjadi tanda kedaulatan RI juga dikabarkan telah menghilang dari tempatnya dipasang.

Hal itu terungkap saat tim dari komisi gabungan DPRD tingkat provinsi Kaltim hendak mengunjungi dan melihat kondisi terakhir dari pulau terluar tersebut pada Sabtu (8/10/2011).

Kunjungan dari komisi gabungan yang diwakili oleh anggota komisi II Mudiyat Noor dan anggota komisi III Gamalis tersebut dilakukan untuk menindaklanjutai laporan dari masyarakat mengenai kondisi dari batas tapal Negara tersebut.

Menurut Mudiyat jika sampai batas negara tersebut benar-benar tercabut dari tempatnya hal tersebut tetunya sangat memprihatinkan, karena tapal batas tersebut adalah wilayah kedaulatan Negara yang telah disepakati oleh dunia internasional.

Ia khawatir jika hal tersbut dibiarkan maka hal tersebut akan mendorong terjadinya penyusutan batas Negara terutam ayang berkaitan dengan zone ekonomi ekslusif sepanjang 12 mil dari titik pantai terluar wilayah NKRI.
Selain itu jika masalaah perbatasan Negara ini tidak segera direspon oleh Pemrintah pusat ia juga khawatir kasus yang pencaplokan pulau –puau terluar oleh negara tetangga akan terjadi kembali seperti pada pulau sipadan dan Ligitan.

yang kita kahwatirkan di derah berau ini kenapa sipidan ligitan ini direbut karena ada potensinya kan potensi minyaknya  luar biasa begitu itu diambl pulau itu kita hilang 12 mil ia 12 mil masuk lagi, “ ucapnya.
Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas