Mengapa Baru Sekarang Diklaim Tanah Pemkab Nunukan?

Kenapa ada sebagian dari teman-teman yang juga membeli kaplingan bersama kami, proses pembuatan sertifikatnya boleh? Sementara kami tidak?

Yang terhormat Bapak Bupati dan Ibu Wabup Nunukan, saya mohon bantuan dan penjelasan atas status tanah di Jalan Antasari tepatnya di belakang Kantor Lurah/Capil  Lama.

Dulu kami membeli tanah kaplingan dari Haji Usman yang jelas-jelas punya surat tanah yang waktu itu ditandatangani Camat Nunukan Ibu Asmah Gani yang tercinta, namun pada saat kami mau membuatkan sertifikat hak milik, oleh pemda waktu itu Bupatinya Abdul Hafid Achmad malah diakui sebagai tanah Pemda. Tapi kenapa ada sebagian dari teman-teman yang juga membeli kaplingan bersama kami, proses pembuatan sertifikatnya boleh? Sementara kami tidak?

Apakah karena yang buat ini orang-orangnya Bupati dulu, maka segala sesuatunya dihalalkan? Dan mengapa tanah itu baru diakui sebagai tanah Pemda padahal  surat dari kecamatan sudah ada sejak beberapa puluh tahun lampau bahwa tanah itu tanah hak milik Haji Usman?

Mohon Pak Bupati dan Ibu Wabup bantu kami atas permasalahan ini. Kami juga tidak akan membeli jika tanah itu adalah tanah Pemda. Begitu juga dengan Pak Haji Usman tidak mungkin mengakui hak milik tanpa ada surat sah dari pemerintahan pada saat itu. Terima kasih atas bantuannya yang sangat kami harapkan.
+6281350276xxx

---JAWABAN----

Nanti saya cek dulu ke Badan Pertanahan. Nanti sudah dari Badan Pertanahan, mana yang betul informasi ini? Memang kalau masalah pertanahan seperti ini sangat rumit. Makanya kita secara perlahan-lahan dan hati-hati menyelesaikannya. Karena salah-salah kita rawan, apalagi menyangkut tanah-tanah Pemda.

Basri,
Bupati Nunukan

Penulis: Niko Ruru
Editor: Fransina Luhukay
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved