A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Jangan Pernah Beritahukan Nomor PIN - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Kaltim

Jangan Pernah Beritahukan Nomor PIN

Senin, 21 November 2011 12:56 WIB
Oleh: SJARIFUDDIN HS
Warga Balikpapan, Mantan Wartawan

DENGAN
cekatan, XX kembali memasuki bilik ATM. Ia mengeluarkan tang kecil dari kantong celana sebelah kanannya untuk menarik kartu ATM saya yang 'tertelan' di mesin pintar itu, sekaligus menanggalkan stiker bernomor telepon (0542) 7078848 tadi. Lalu bergegas ke luar bilik.

Rangkaian kejadiannya sudah saya ungkapkan terdahulu. Hal itu dilakukan XX sekitar lima hingga enam menit setelah saya meninggalkan areal SPBU Sepinggan. Begitu pula yang dilakukan XX cs saat beraksi di bilik ATM BCA di areal parkir Gedung Biru Kaltim Post, Jl Soekarno-Hatta, hari Minggu (30/10) pagi. Saat berada di dalam bilik ATM, sambil  sesekali menoleh ke arah luar bilik ATM, setelah menempelkan stiker dengan nomor telepon (0542) 7078848 berlogo BCA, cukup lama XX mengutik-utik mesin ATM itu.

Kalau pada saat melakukan aksinya di bilik ATM BCA di areal SPBU Sepinggan Jl Marsma R Iswahyudi, XX meninggalkan dompetnya di atas mesin ATM, maka kali ini XX meletakkan telepon genggamnya. Korban berikutnya, seorang wanita berbusana merah, mengenakan helm. Saat melihat wanita itu kesulitan memasukkan kartu ATM, XX masuk seolah-olah akan mengambil telepon genggamnya yang "ketinggalan".

XX lagi-lagi menawarkan "pertolongan" kepada wanita tersebut untuk memasukkan kartu ATM, lantas bergegas ke luar bilik ATM. YY masuk ke bilik, kemudian diikuti seorang pria berkacamata, berbaju merah, bercelana jins, dan tak bertopi yang terlihat juga ikut menyarankan agar wanita tersebut menghubungi nomor telepon (0542) 7078848.

Dari kasus yang saya alami, tergambar jelas bahwa pembobolan rekening yang dilakukan kawanan pelaku hanya bisa dilakukan jika kita memberitahu nomor Personal Identification Number (PIN). Karena itu dalam kondisi apapun, jangan pernah beritahukan nomor PIN Anda ke orang lain.

PIN (personal identification number) adalah hal yang paling harus dijaga, jangan sampai diketahui orang lain, sebab apabila disalahgunakan oleh orang lain, maka yang rugi adalah sang pemilik PIN itu. "PIN kartu ATM itu seperti kunci brankas kita, kalau kita sebutkan PIN kita kepada orang lain, ya sama saja kita memberi kunci brankas kita kepada orang tersebut," kata Kasatreskrim Polresta Balikpapan AKP Gendut Supriyanto SH.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kepala Layanan BCA Balikpapan Sucipto K, yang membawahkan unit teller dan customer service officer. "Awal kerugian yang bisa dialami seorang nasabah adalah ketika ia memberitahukan nomor PIN-nya kepada orang lain. Meskipun orang lain itu karyawan bank yang kita kenal, jangan pernah diberi tahu PIN kita, apalagi terhadap orang yang hanya mengaku sebagai petugas atau karyawan bank," ujar Sucipto.

"Kalau menghadapi kesulitan mengenai kartu ATM, nomor yang seharusnya dihubungi hanya 021 500888. Selain dari nomor ini, jangan, jangan pernah. Kalau kartu ATM tertahan, hubungi 021 500888, tapi bila tak mau repot-repot saat itu, tinggalkan saja kartunya, biarkan saja, yang penting tak seorang pun yang Anda beritahu nomor PIN Anda, sebab walau orang lain memegang kartu Anda, tapi tak tahu nomor PIN Anda, tetap saja kartu itu tak dapat digunakan," tambahnya.

AKP Gendut Supriyanto SH juga mengingatkan masyarakat, khususnya nasabah pemilik kartu ATM bank mana pun agar meningkatkan kewaspadaan mereka dalam menggunakan kartu ATM, terutama pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, dan hari libur lainnya.

"Kalau kebetulan perlu bertransaksi pada hari-hari itu dan setelah di dalam bilik ATM kartu Anda tertahan atau macet di mulut card rider mesin ATM, waspadalah, sebab di sekitar Anda sangat mungkin komplotan itu tengah melancarkan aksinya. Dan yang juga tak kalah pentingnya, setiap nasabah bank apa pun, wajib mengetahui nomor telepon call center bank masing-masing, agar tak tertipu dengan nomor telepon kawanan penjahat," pungkasnya.

Pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa kejahatan pembobolan uang nasabah melalui kartu ATM bukanlah sebuah tindak pidana yang dapat disebut canggih. Sebetulnya sederhana sekali cara kerja mereka. Target utama para penjahat ini dalam melakukan aksinya adalah bagaimana mereka bisa mendapatkan kartu ATM nasabah bank beserta nomor PIN-nya. Itu saja.

Dengan menggunakan kartu ATM dan PIN itu, mereka lalu menggangsir dana tabungan nasabah. Kalaupun mereka juga memperoleh nomor rekening si pemilik kartu ATM, maka rekening itu digunakan untuk melakukan sejumlah transaksi perbankan ke sejumlah rekening lainnya. Boleh jadi, tindakan ini mereka maksudkan untuk mengaburkan jejak kejahatan yang mereka lakukan.

Untuk membongkar kejahatan ini sekaligus meringkus para pelakunya, tentulah diperlukan kerja sama yang erat dan berjalan mulus antara para pengelola bank, pihak kepolisian, serta sikap kooperatif masyarakat sendiri, khususnya para nasabah bank yang menjadi korban.

Serangkaian peringatan pihak bank kepada para nasabahnya, secara lisan maupun tertulis, begitu pula imbauan dari aparat kepolisian, secara langsung melalui penyuluhan-penyuluhan maupun melalui media massa, tentulah akan sia-sia belaka bila masyarakat, khususnya para nasabah tidak memedulikan peringatan dan imbauan tersebut sekaligus tidak waspada dalam bertindak. (*)
Editor: Fransina
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
20296 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas