Menelisik Aksi Pembobolan Rekening Nasabah Bank (4)

Selalu Ada Barang yang Tertinggal

Dana curian yang sempat singgah ke rekening saya dikirim lagi oleh kawanan pembobol ke rekening orang lain.

Oleh: SJARIFUDDIN HS
Warga Balikpapan, Mantan Wartawan

DANA
curian yang sempat singgah ke rekening saya dikirim lagi oleh kawanan pembobol ke rekening orang lain atas nama Rhs. Adapun tentang  RHs ini, berdasarkan data yang saya peroleh, tercatat sebagai penduduk Kelurahan P, Kode Pos 70xxx, Kota B, masih di wilayah Kalimantan.

Dari data itu, saya peroleh nomor telepon (05xx) 33027xx. Saat menghubungi nomor telepon ini, terdengar suara wanita yang mengangkat telepon. Saya menghubungi telepon berkode kota B itu tidak menggunakan telepon saya sendiri, melainkan telepon salah seorang kawan saya. Ini saya maksudkan agar sekiranya RHs merupakan salah seorang anggota komplotan ataupun kerabat salah seorang anggota komplotan, maka nomor telepon yang saya gunakan tidak menimbulkan kecurigaan terhadap mereka.

Sebab saya yakin para penjahat tersebut menyimpan nomor telepon saya sesudah pembicaraan saya dengan nomor lokal (0542) 7078848 itu. Dalam pembicaraan telepon melalui (05xx) 33027xx itu, saya berlagak sebagai kenalan RHs yang sudah lama tak bertemu. "Oh, RHs tidak berdiam di sini lagi. Kalau memang perlu sekali, nanti saya berikan nomor telepon RHs," ujar wanita tersebut dalam bahasa daerah. Lalu wanita itu menyebutkan nomor telepon (05xx) 3257xxx. "Baik, terima kasih. Kena mun bedapat sidin, sampaikan salam undalah. Padahi sidin, sorang ini kawan lawas sidin (Nanti kalau bertemu beliau, sampaikan salam saya ya. Beri tahu beliau bahwa saya ini teman lama beliau)," kata saya, lalu mengakhiri pembicaraan.

Saya lalu menghubungi nomor telepon (05xx) 3257xxx. Terdengar sahutan dari seorang lelaki dengan suara yang mendesah, agak terasa berat menghela napas, dan membenarkan bahwa dirinya memang RHs. "Siapa ini?" tanyanya dengan sedikit tersengal. "Aih, masa pian kada ingat lagi? Ulun ini nang suah bedapat pian bahari. Pian baik-baik ajakah? (Ah, masa Anda tak ingat lagi? Saya ini pernah bertemu Anda tempo hari. Anda baik-baik sajakah?)" kata saya. "Oh, ugh, aku baik-baik haja,," jawab lelaki yang kalau mendengar suaranya menggambarkan seseorang yang berusia di atas 50 tahun dan sedang menderita sakit atau gangguan pernapasan. Saya tak banyak bertanya lagi. Sesudah mengucapkan salam, pembicaraan singkat melalui telepon itu pun saya akhiri.

Hari Selasa (1/11), sebagai nasabah yang mengalami kerugian, pihak BCA memperbolehkan saya melihat rekaman CCTV (closed circuit television). "Itu memang hak nasabah kami yang mengalami kerugian dan kami dengan senang hati memperlihatkan rekaman CCTV itu, asal jelas waktu kejadiannya," ujar Kepala Layanan KCU BCA Balikpapan Sucipto K.

Dalam rekaman CCTV itu, pada hari Sabtu (29/10) petang, setelah mendahului saya memasuki bilik ATM di SPBU Sepinggan, XX memasukkan sesuatu ke card rider mesin ATM lalu menempelkan stiker nomor telepon lokal (0542) 7078848. Kemudian XX merogoh kantongnya, mengeluarkan sebuah kartu ATM dan mencoba memasukkan ke card rider, tapi tertahan. Rupanya XX sedang mengecek keampuhan perangkapnya. Sesudah dirasanya mantap, XX lalu meletakkan sebuah dompet di atas mesin ATM.

Rangkaian kejadiannya sudah saya ungkapkan terdahulu, dan berselang sekitar lima hingga enam menit setelah saya meninggalkan areal SPBU Sepinggan, XX kembali memasuki bilik ATM. Tanpa mengenakan topi lagi. Dengan cekatan, dari kantong celana sebelah kanannya XX mengeluarkan tang kecil untuk menarik kartu ATM saya yang "tertelan" mesin pintar itu sekaligus menanggalkan stiker bernomor telepon (0542) 7078848 tadi. Lalu bergegas ke luar bilik.

Begitu pula yang dilakukan XX cs saat beraksi di bilik ATM BCA di areal parkir Gedung Biru Kaltim Post, Jl Soekarno-Hatta, hari Minggu (30/10) pagi. Saat berada di dalam bilik ATM, sambil  sesekali menoleh ke arah luar bilik ATM, setelah menempelkan stiker dengan nomor telepon (0542) 7078848 berlogo BCA, cukup lama XX mengutik-utik mesin ATM itu.

Kalau pada saat melakukan aksinya di bilik ATM BCA di areal SPBU Sepinggan Jl Marsma R Iswahyudi, XX meninggalkan dompetnya di atas mesin ATM, maka kali ini XX meletakkan telepon genggamnya. Korban berikutnya, seorang wanita berbusana merah, mengenakan helm. Saat melihat wanita itu kesulitan memasukkan kartu ATM, XX masuk seolah-olah akan mengambil telepon genggamnya yang "ketinggalan".

XX lagi-lagi menawarkan "pertolongan" kepada wanita tersebut untuk memasukkan kartu ATM, lantas bergegas ke luar bilik ATM. YY masuk ke bilik, kemudian diikuti seorang pria berkacamata, berbaju merah, bercelana jins, dan tak bertopi yang terlihat juga ikut menyarankan agar wanita tersebut menghubungi nomor telepon (0542) 7078848. (*/bersambung)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved