Di Balik Peristiwa Runtuhnya Jembatan Tenggarong

Saksi Bisu Peradaban

Penyediaan semi superstructure perlu diimbangi mental unggul bagi para stakeholders.


INFORMASI tentang runtuhnya Jembatan Mahakam II, layaknya air bah yang memenuhi semua channel media massa dari tingkat lokal, nasional dan internasional. Seperti umumnya, social networker semisal twitter dan facebooker lebih awal menginformasikan ke jagad maya.  

AWALNYA, informasi peristiwa naas ini saya dapatkan dari running text salah satu televisi nasional. Untuk memastikan dan mencari lebih detail kejadian ini, saya melakukan crosscheck, dan seperti biasanya, website Kompas adalah tujuan saya. Kemudian saya mengunjungi website Tribun Kaltim.

Benar saja, runtuhnya jembatan Mahakam II telah menjadi berita nasional ditengah hingar bingarnya berita perkawinan Ibas dan Aliya.

Website Kompas memberitakan bahwa Presiden mendadak memanggil dan mengadakan rapat dengan para menteri ditengah acara perkawinan ini dan memerintahkan secepatnya ke Tenggarong Kutai Kartanegara. Website Kompas juga memberitakan Bupati Kutai Kartanegara membatalkan agendanya menghadiri perkawinan Ibas - Aliya dan kembali ke Tenggarong.

Dilevel international beberapa media memberitakan peristiwa Sabtu Kelabu akhir bulan Dzulhjjah 1432 ini diantaranya Australian Network. Australian Network adalah televisi satelit  yang dioperasikan oleh Australian Broadcasting Cooperation, perusahaan milik pemerintah Australia. Wikipedia, ensiklopedia berbasis internet, juga menampilkan informasi runtuhnya jembatan Mahakam II lengkap dengan foto-fotonya.

Dalam siarannya Senin (28/11) malam, Australian Network memperlihatkan runtuhnya jembatan dan menyebutkan bahwa jembatan ini adalah "Golden Gate"-nya Kalimantan Timur. Siaran ini menjangkau 44 negara di kawasan Asia Pacific. Artinya berita runtuhnya jembatan Mahakam II sudah menyebar hampir separuh belahan dunia. Sekali lagi, perhatian international tertuju ke Kalimantan Timur setelah berita pembantaian orangutan.

Penyebutan Golden Gate dalam berita ini tentu akan menyita perhatian para pemirsa Australian Network. Karna, tentunya Golden Gate hanya merujuk ke Golden Gate Bridge yang berada di San Fransico, California, United State of America.

Penamaan Jembatan Mahakam II sebagai "Golden Gate"-nya Kalimantan Timur merujuk pada strukturnya yang sama dengan Golden Gate Bridge di San Fransisco. Sejumlah informasi menyebutkan bahwa sebelum dilaksanakan pembangunan jembatan, studi banding ke Golden Gate Bridge pun telah dilakukan.

Namun, dan ini seharusnya, selain mempelajari physical structure-nya, perlu juga dipelajari mental structure-nya para stakeholders dalam istilah lain mindset-nya. Sebagai propinsi yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, pemerintah dan masyarakat Kalimantan Timur mempunyai kemampuan finasial untuk membangun semi superstructures dan kemampuan teknis yang dari seluruh anak bangsa.

Namun kedua kemampuan ini bukanlah jaminan sebuah semi superstructures seperti Jembatan Mahakam II dapat dibangun dan kemudian tetap "awet" seperti halnya Golden Gate Bridge San Fransisco.

Halaman
12
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved