Penumpang Sriwijaya Meningkat 25 Persen
Tribun Kaltim - Kamis, 22 Desember 2011 21:19 WITA
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Menjelang Natal dan tahun baru, maskapai penerbangan Sriwijaya mengalami lonjakan penumpang sebanyak 25 persen. Hal tersebut diungkapkan oleh Ngurah Ramajaya, Distrik Manager Kaltim Sriwijaya Air.
"Yang pasti ada peningkatan sebesar 25 persen, kalau angka riil jumlah penumpang saya belum ada datanya," kata Ramajaya. Dirinya mengatakan, peningkatan jumlah penumpang tersebut dipicu hari Natal dan tahun baru. "Karena biasanya pada hari-hari besar keagamaan dan tahun baru banyak yang pulang pergi," ujarnya.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga memicu kenaikan harga tiket. Meski demikian, dirinya mengatakan, kenaikan harga masih dalam batas wajar. "Kami mengikuti ketentuan, ada batas harga atas dan bawah," jelasnya.
Batas harga atas dan bawah tersebut berlaku di semua rute penerbangan Sriwijaya. "Kalau harga tiket tergantung jurusannya," imbuhnya. Saat ini Sriwijaya memiliki frekuensi penerbangan sebanyak 11 penerbangan, dengan berbagai jurusan, diantaranya; Balikpapan-Surabaya, Jakarta, Tarakan, Jogjakarta, Ujung Pandang, Palu, Berau dan Banjarmasin.
"Yang pasti ada peningkatan sebesar 25 persen, kalau angka riil jumlah penumpang saya belum ada datanya," kata Ramajaya. Dirinya mengatakan, peningkatan jumlah penumpang tersebut dipicu hari Natal dan tahun baru. "Karena biasanya pada hari-hari besar keagamaan dan tahun baru banyak yang pulang pergi," ujarnya.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga memicu kenaikan harga tiket. Meski demikian, dirinya mengatakan, kenaikan harga masih dalam batas wajar. "Kami mengikuti ketentuan, ada batas harga atas dan bawah," jelasnya.
Batas harga atas dan bawah tersebut berlaku di semua rute penerbangan Sriwijaya. "Kalau harga tiket tergantung jurusannya," imbuhnya. Saat ini Sriwijaya memiliki frekuensi penerbangan sebanyak 11 penerbangan, dengan berbagai jurusan, diantaranya; Balikpapan-Surabaya, Jakarta, Tarakan, Jogjakarta, Ujung Pandang, Palu, Berau dan Banjarmasin.
Penulis : Geafry Necolsen
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim