Sehari, Bupati Malinau Tidur hanya 4 Jam
Hampir seluruh waktunya digunakan untuk bekerja. Yansen hanya menghabiskan waktu untuk tidur paling lama empat jam.
Tayang:
Editor:
Fransina Luhukay
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Bagi Bupati Malinau Dr Drs Yansen TP MSi, hidup tanpa
bekerja sama saja dengan tidak menikmati hidup. Hampir seluruh waktunya
digunakan untuk bekerja. Kepada Tribunkaltim.co.id, ia mengaku hanya menghabiskan waktu untuk
tidur paling lama empat jam dari waktu 24 jam sehari semalam.
Sejak pukul lima subuh, Yansen mengaku sudah bangun dari tidurnya. Laptop menemaninya sejak bangun, untuk bekerja menyelesaikan tugas-tugas kantor. Pagi, ia pun lantas berangkat ke kantor dan hampir pukul lima sore setiap hari baru ia beranjak meninggalkan kantor. Sepulangnya dari kantor, ia masih memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kantor yang masih tersisa di kediaman pribadinya di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
“Saya sudah lihat sendiri, kita yang bangun pagi kemudian pulang kantor jam setengah lima atau jam lima, malah kita kuat, jadi segar rasanya. Justru orang-orang yang banyak tidur, kemudian jam tiga sudah pulang kantor, mereka saya lihat loyo,” ujar pria bergelar doktor alumni Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur ini.
Kebiasaan kurang tidur ini ternyata bukan hanya kali ini saja, sejak sekitar tujuh bulan lalu saat ia menjabat Bupati Malinau. Kebiasaan ini sudah tertanam sejak lama.
“Saya diajarkan orang tua saya, belum terasa kerja kalau kita tidak mulai pagi hari,” kata alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Samarinda itu.
Yansen mengatakan, sebagai Bupati ia seringkali bepergian keluar kota. Laptop akan selalu menemaninya di manapun ia berada. “Kalau saya keluar, saya tetap bekerja. Di pesawat saya gunakan laptop untuk mengerjakan tugas-tugas saya,” ujarnya.
“Orang tua saya mengajarkan untuk belajar, bukan untuk mencari kekayaan. Orang tua saya punya tanah yang luas di Malinau, tetapi itu dia tinggalkan saat ditugaskan mengajarkan di Tarakan. Kalau orang tua saya mau kaya, tanahnya yang luas bisa dimanfaatkan untuk itu. Tetapi ini tidak. Kami selalu belajar, ilmu yang kita dapat ini bisa lebih dari yang lain,” katanya.
Ada satu hal lagi yang selalu tertanam dalam keluarga mantan Sekretaris Kabupaten Malinau ini. Ia selalu mensyukuri apapun yang diberikan Tuhan. Ia tak pernah menjadikan kesusahan sebagai beban hidup yang harus dikeluhkan.
Tak heran jika Yansen akan selalu enjoy menikmati hidup tanpa harus menjadikan masalah sebagai beban pikiran. “Kalau ada masalah, harus dicarikan penyelesaiannya seperti apa. Dalam agama saya diajarkan, kesusahan hari ini biarlah hanya untuk hari ini. Esok kesusahannya lain sendiri. Jadi masalah hari ini carikan penyelesaiannya, bukan justru kita lari dari masalah,” ujarnya.
Yansen memulai karier sebagai pegawai negeri
sipil (PNS) sejak lulus APDN tahun 1986 lalu. Saat itu ia bertugas di Kantor
Gubernur Kaltim dan selanjutnya sebagai staf
di Sekrtariat DPRD Kaltim. Tahun 1993 dia dipercaya menjabat Camat Mentarang, tahun
1996 menjadi Camat Kayan Hilir dan tahun 1998 diangkat menjadi Camat Peso. Tahun
2001, seiring dengan pembentukan Kabupaten Malinau, terpisah dari Kabupaten
Bulungan, iapun diangkat menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten
Malinau.
Sejak pukul lima subuh, Yansen mengaku sudah bangun dari tidurnya. Laptop menemaninya sejak bangun, untuk bekerja menyelesaikan tugas-tugas kantor. Pagi, ia pun lantas berangkat ke kantor dan hampir pukul lima sore setiap hari baru ia beranjak meninggalkan kantor. Sepulangnya dari kantor, ia masih memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kantor yang masih tersisa di kediaman pribadinya di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat.
“Saya sudah lihat sendiri, kita yang bangun pagi kemudian pulang kantor jam setengah lima atau jam lima, malah kita kuat, jadi segar rasanya. Justru orang-orang yang banyak tidur, kemudian jam tiga sudah pulang kantor, mereka saya lihat loyo,” ujar pria bergelar doktor alumni Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur ini.
Kebiasaan kurang tidur ini ternyata bukan hanya kali ini saja, sejak sekitar tujuh bulan lalu saat ia menjabat Bupati Malinau. Kebiasaan ini sudah tertanam sejak lama.
“Saya diajarkan orang tua saya, belum terasa kerja kalau kita tidak mulai pagi hari,” kata alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Samarinda itu.
Yansen mengatakan, sebagai Bupati ia seringkali bepergian keluar kota. Laptop akan selalu menemaninya di manapun ia berada. “Kalau saya keluar, saya tetap bekerja. Di pesawat saya gunakan laptop untuk mengerjakan tugas-tugas saya,” ujarnya.
Kebiasaan bekerja keras ini memang diturunkan sang ayah
yang bekerja sebagai seorang guru. Selain bekerja keras, iapun dibimbing untuk
terus belajar, bukan untuk mencari kekayaan semata.
“Orang tua saya mengajarkan untuk belajar, bukan untuk mencari kekayaan. Orang tua saya punya tanah yang luas di Malinau, tetapi itu dia tinggalkan saat ditugaskan mengajarkan di Tarakan. Kalau orang tua saya mau kaya, tanahnya yang luas bisa dimanfaatkan untuk itu. Tetapi ini tidak. Kami selalu belajar, ilmu yang kita dapat ini bisa lebih dari yang lain,” katanya.
Ada satu hal lagi yang selalu tertanam dalam keluarga mantan Sekretaris Kabupaten Malinau ini. Ia selalu mensyukuri apapun yang diberikan Tuhan. Ia tak pernah menjadikan kesusahan sebagai beban hidup yang harus dikeluhkan.
“Saya masih ingat masa lalu, untuk makan saja saya
harus berdoa kepada Tuhan. Apa yang akan saya berikan kepada istri dan anak
saya. Saya menyerahkan kepada Tuhan kehidupan kami,” ujarnya.
Tak heran jika Yansen akan selalu enjoy menikmati hidup tanpa harus menjadikan masalah sebagai beban pikiran. “Kalau ada masalah, harus dicarikan penyelesaiannya seperti apa. Dalam agama saya diajarkan, kesusahan hari ini biarlah hanya untuk hari ini. Esok kesusahannya lain sendiri. Jadi masalah hari ini carikan penyelesaiannya, bukan justru kita lari dari masalah,” ujarnya.
Kariernya kemudian terus melonjak hingga ia dipercaya Marthin Billa, Bupati Malinau saat itu menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Malinau. Sebelum menjabat Bupati Malinau, Yansen dipercaya menjabat sebagai staf ahli Gubernur Kaltim.
KOMENTAR