A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kerja di Perkebunan Apel Malaysia, Warga Malang Diupah RM500 - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Kaltim

Kerja di Perkebunan Apel Malaysia, Warga Malang Diupah RM500

Kamis, 19 Januari 2012 14:54 WIB

NUNUKAN, tribunkaltim.co.id
- Malaysia punya proyek besar-besaran pengembangan apel malang di Ba Kelalan, Lawas, Negara Bagian Serawak, Malaysia. Wilayah ini berbatasan darat langsung dengan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Untuk proyek itu, perusahaan dan Kerajaan Malaysia melibatkan petani asal Malang, Jawa Timur. Budi (35) salah seorang petani asal Malang yang bekerja di perusahaan perkebunan apel Rata Farm SDN BHD mengaku, ia sudah bekerja di sana selama tiga setengah tahun.

"Yang ngajak saya namanya Tagim. Dia sempat setahun di sini, sekarang sudah balik ke Malang," ujarnya.

Dengan bekerja menjaga kebun termasuk merawat dan memupuk serta memanen apel di lahan seluas dua hektare, Budi mengaku mendapatkan upah RM500 atau sekitar Rp1.500.000 dengan kurs Rp3.000 persatu ringgit. Upah itu diluar makan minum dan tempat tinggal.

"Kalau di Malang saya cuma ikut-ikutan saja. Gajinya tidak tentu," ujar pria yang ditemui di perkebunan apel pagi ini.

Pengembangna apel di Ba Kelalan sudah dimulai sejak tahun 1985 silam. Tagel Paran, warga suku Lun Bawan di Ba Kalalan tertarik mengembangkan apel karena melihat geografis wilayah itu yang berbukit dan berhawa dingin. Iapun lantas mengajak Jefri, warga asal Malang untuk dipekerjakan di lahan perkebunan miliknya.

Kini tak hanya Tagel, Kerajaan Malaysia melalui proyek pengembangan apel memperkerjakan s
sejumlah petani asal Malang untuk proyek itu. Proyek baru ini dikembangkan di lahan pertanian milik Tagel.

"Kalau yang jaga di kebun Pak Tagel saya sendiri. Kalau di kem lama, sekarang digunakan untuk proyek kerajaan di sana ada dua orang yang kerja," ujarnya.

Kerajaan Malaysia antusias mengembangkan apel di kawasan tersebut, karena lahan yang tersedia masih sangat luas.

"Di sini tidak ada warga yang berminat untuk berkebun apel," kata Budi.
Penulis: Niko Ruru
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas