Pemkab Nunukan Diminta Tiru Malinau
Pemkab Nunukan perlu belajar pengelolaan penerbangan bersubsidi dari Kabupaten Malinau.
Ia menyesalkan karena setiap tahun angkutan udara bersubsidi selalu menjadi masalah bagi warga di Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan. Akibat terhentinya penerbangan bersubsidi dari Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan ke ibukota Kabupaten Nunukan, warga harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menumpang pesawat regular non subsidi yang tarifnya mencapai Rp750 ribu. Padahal dengan penerbangan bersubsidi, mereka hanya dikenakan tarif Rp275.000.
“Pemkab Nunukan sepertinya tidak mengerti mengurusi pesawat bersubsidi. Setiap tahun seperti ini. Di akhir tahun penerbangan bersubsidi terhenti,” ujarnya.
Ia mengatakan, harusnya Pemkab Nunukan mau belajar pada pengelolaan penerbangan bersubsidi di Kabupaten Malinau. Di sana, penerbangan bersubsidi tidak pernah terhenti sepanjang tahun, karena tender penerbangan bersubsidi dilakukan pada saat tahun berjalan. Bukan harus menunggu setelah pengesahan anggaran.
“Di Malinau sana dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jadi dia tendernya tidak harus menunggu setelah pengesahan anggaran. Seharusnya kita juga bisa seperti itu,” ujarnya.
Masalah angkutan sebenarnya menjadi persoalan warga Krayan yang sudah berlarut-larut selama puluhan tahun. Pemerintah kemudian berencana membangun jalan darat yang menghubungkan Krayan dengan Kabupaten Malinau.
Bahkan Gubernur Kaltim sudah menjanjikan secepatnya membuat jalan tembus dimaksud. Jalan alternatif ini akan menghubungkan Kabupaten Malinau hingga ke Desa Binuang, Kecamatan Krayan Selatan lalu menuju ke Kecamatan Krayan. Namun hingga kini jalan itu tak kunjung terealisasi.
Yagung sudah mempertanyakan persoalan itu, ternyata jalan darat tersebut sudah selesai dibangun di wilayah Kabupaten Malinau. Selanjutnya tinggal menunggu pembuatan jalan dari wilayah Kabupaten Nunukan ke perbatasan Malinau.
“Makanya saya bilang sama Pak Gubernur, coba kalau ada kunjungan kerja lihat semua kehidupan masyarakat. Jangan cuma di Long Bawan saja. Kalau hanya datang, pulang pergi tidak ke kampung-kampung mereka tidak tahu,” katanya.
Kecamatan Krayan dengan 9.153 jiwa penduduk memiliki 65 desa yang tersebar di 21 lokasi. Kecamatan Krayan memiliki lima bandara perintis dan satu berada di Long Bawan, ibukota Kecamatan Krayan.