Minggu, 23 November 2014
Tribun Kaltim

UMSK Pertambangan Batu bara Kutim Diusulkan Naik 7 Persen

Kamis, 2 Februari 2012 14:40 WIB

SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Kabid Hubungan Industrial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Thamrin, menjelaskan, saat ini SK Gubernur Kaltim belum terbit untuk penetapan Upah Minimum Sektor Kabupaten (UMSK) pertambangan batu bara. Permohonan penetapan sudah diajukan Bupati Kutim tanggal 24 November 2011.

"Berdasarkan kesepakatan, UMSK Pertambangan batubara tahun 2012 mengalami kenaikan 7,03% dari Rp 1.583.600 pada tahun 2011 menjadi Rp 1.695.000. Namun besaran ini belum ditetapkan dalam SK Gubernur," katanya.

Untuk sektor perkebunan sawit, perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Indonesia (GAPKI) Kutim dan DPC Serikat Pekerja/ Serikat Buruh (SP/SB) se-Kutim telah bersepakat untuk mengikuti besaran UMK Kutim 2012. Walaupun termasuk sektor unggulan, tahun ini belum ada penetapan UMSK perkebunan sawit.

Dengan kesepakatan ini diharapkan tidak ada lagi perusahaan kelapa sawit di Kutim yang menggunakan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP). "Khusus tahun ini tetap mengacu pada UMK. Namun tahun depan akan dirumuskan UMSK," kata Thamrin.

Sedangkan untuk penetapan UMSK sektor migas tahun 2012, saat ini masih dalam proses perundingan antara serikat pekerja  dengan wakil management sektor migas," katanya.
Penulis: Kholish Chered
Editor: Fransina

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas