Kamis, 27 November 2014
Tribun Kaltim

2 Sipir Masih Terjebak di Dalam Lapas

Rabu, 22 Februari 2012 08:59 WIB

2 Sipir Masih Terjebak di Dalam Lapas
KOMPAS.COM/MUHAMMAD HASANUDIN
Situasi di pintu masuk Lapas Kerobokan, di mana aparat kepolisian berjaga-jaga saat terjadi kekacauan di dalam lapas, Rabu (22/2/12) dini hari Wita.
DENPASAR, tribunkaltim.co.id- Dua sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan Denpasar, Bali, masih terjebak di dalam bangunan. Meskipun demikian, kedua orang tersebut dalam kondisi selamat dan sedang sembunyi di sebuah tempat yang aman.

Hal itu dikatakan petugas lapas yang berada di luar kepada Kompas.com. Mereka mengatakan, kedua petugas yang terjebak itu baru bisa dihubungi pada pukul 04.00 Wita, setelah mereka berada di dalam bangunan sejak kerusuhan dimulai sekitar pukul 00.00 Wita.

"Kami baru bisa menghubungi mereka berdua dan keduanya sedang bersembunyi di tempat yang aman," ujar petugas yang tak mau menyebutkan namanya, Rabu (22/2/2012).

Seperti yang diberitakan, para narapidana Lapas Kerobokan mengamuk dan melakukan aksi pembakaran di dalam lapas sekitar pukul 00.00 Wita. Awal kebakaran terjadi di depan kantor untuk masuk ke lapas, sebelum membesar dan membuat suasana mencekam.

Petugas tak mampu mengatasi keadaan karena para napi melakukan aksi lempar batu dari dalam lapas. Akibatnya, ada satu orang yang diduga warga sipil mengalami luka di kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Tiga mobil pemadam kebakaran dan dua water canon dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Perlu waktu lebih dari tiga jam untuk memadamkan api, dan setelah itu aparat kepolisian yang dibantu TNI Korem 163 Denpasar berencana menerobos ke dalam lapas pada pukul 04.30 Wita.

Namun, hingga sekarang rencana tersebut bisa terlaksana karena masih menunggu komando. Akan tetapi, suasana sudah mulai terkendali dan lingkungan sekitar lapas sudah disterilkan dengan pemasangan police line. Sejumlah pasukan Dalmas tampak berjaga-jaga di dalam lapas, di depan pintu gerbang untuk masuk ke lapas.
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas