Samarinda Segera Bangun Jalan Layang

Pemkot Samarinda berencana membangun beberapa flyover dan underpass untuk mengurai kemacetan di kota ini.

Samarinda Segera Bangun Jalan Layang
Pemkot Samarinda
Plan proyek flyover dan underpass di Kota Samarinda

Hal tersebut dikemukakan Walikota Samarinda Syaharie Jaang secara eksklusif kepada Tribun di rumah jabatannya, Senin (5/3/2012) malam. Kepada Tribun, Jaang panjang lebar menceritakan rencana dan ragam program besar yang siap diwujudkan.

"Saya sudah sampaikan di musrenbang tingkat provinsi soal dimulainya pembangunan jalan layang. Tiang penyangga jalan layang ini bukan di tengah jalan karena jalan kota kecil. Dia agak ke pinggir sehingga jalan yang sudah ada bisa tetap digunakan. Ini sebagai antisipasi perkembangan kota Samarinda 20 tahun ke depan," kata Jaang.

Pihaknya juga akan membenahi kawasan simpang empat SMA 1-SMP 1 Samarinda. Rencananya, kawasan itu akan dijadikan taman kota dan arena bermain anak yang aman sebagai ikon (landmark) kota Samarinda. Kedua sekolah itu akan dipindahkan ke jalan Kadrie Oening. Bangunannya sudah siap, tinggal mengisi mebeler dan fasilitas pendukung lainnya.

"Di sana akan dibuat taman kota. Di persimpanganya akan menjadi bundaran, jalan tengahnya ditutup dan akan dibuat taman kota.  Tahun ini masuk perencanaan, pertengahan tahun ini pindah. Mudah-mudahan tahun 2013 sudah terealisasi," tambahnya.

Pohon-pohon yang besar itu tetap terjaga. Dan akan dibuat sebuah panggung permanen untuk sarana bermain anak, ada toilet, dilengkapi aliran listrik. Sebagai tempat bermain anak yang aman.

Untuk mengantisipasi perkembangan penduduk tersebut maka pemerintah juga berencana memperluas wilayah perkotaan untuk menciptakan titik-titik keramaian baru di Kecamatan Sungai Kunjang. Di sana kini tengah dibangun mal besar.

Secara teknis, Kepala Dinas Bina Marga Kota Samarinda Ahmad Maulana mengatakan jalan layang tersebut akan berada di titik Gunung Manggah dan Air Hitam. Untuk perencanaan saja, proyek ini menghabiskan biaya Rp 1 miliar dan selanjutnya proyek ini akan dibiayai dari APBD Kota dan Provinsi, serta APBN.

Jembatan layang Gunung Manggah ditujukan mengatasi kemacetan  di Pasar Sungai Dama. Penentuan titik ini juga didasarkan pada banyaknya kendaraan berat yang mengunakan titik tersebut menuju jalan Juanda.

"Sekarang itu banyak kendaraan berat lewat dari AW Syahranie menuju Juanda. Karena kendaraan berat tidak bisa lagi lewat Jembatan Mahakam (dilarang lewat jalan kota) dan harus lewat Jembatan Mahulu. Maka kita antisipasi itu, kita mendukung semua program provinsi karena kita satu kesatuan, satu sistem," kata Maulana.

Pembangunan ini menurut Maulana seiring dengan akan rampungnya pembangunan Jembatan Mahkota II.  "Jadi kalau Jembatan Mahkota itu sudah jadi, sudah siap semua. Tidak ada lagi namanya jalan sakit. Terkait pembangunan yang kita lakukan di kota Samarinda khususnya di Dinas Bina Marga kita akan terbuka. Saya senang mendengar kabar bahwa masyarakat mengeluhkan hal-hal seperti ada jalan rusak dan lain-lain. Sampaikan saja pasti kita tidak lanjuti. Ada banyak keluhan masyarakat yang tentunya tidak bisa semua kita dengar. Dalam pembangunan semua kita transparan baik dana dan pengerjaannya. Kalau ada staf saya yang tidak mau memberikan data katakan kepada saya, " kata Maulana.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About us
Help