A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Samarinda Segera Bangun Jalan Layang - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Kaltim

Samarinda Segera Bangun Jalan Layang

Rabu, 7 Maret 2012 08:24 WIB
Samarinda Segera Bangun Jalan Layang
Pemkot Samarinda
Plan proyek flyover dan underpass di Kota Samarinda
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pemerintah Kota Samarinda berencana membangun beberapa flyover (jalan layang) dan underpass (jalan bawah permukaan) untuk mengurai kemacetan di kota ini yang sudah semakin parah. Desain dan konstruksi jalan itu akan dibuat sedemikian rupa untuk mengantisipasi perkembangan kota hingga 20 tahun ke depan.

Hal tersebut dikemukakan Walikota Samarinda Syaharie Jaang secara eksklusif kepada Tribun di rumah jabatannya, Senin (5/3/2012) malam. Kepada Tribun, Jaang panjang lebar menceritakan rencana dan ragam program besar yang siap diwujudkan.

"Saya sudah sampaikan di musrenbang tingkat provinsi soal dimulainya pembangunan jalan layang. Tiang penyangga jalan layang ini bukan di tengah jalan karena jalan kota kecil. Dia agak ke pinggir sehingga jalan yang sudah ada bisa tetap digunakan. Ini sebagai antisipasi perkembangan kota Samarinda 20 tahun ke depan," kata Jaang.

Pihaknya juga akan membenahi kawasan simpang empat SMA 1-SMP 1 Samarinda. Rencananya, kawasan itu akan dijadikan taman kota dan arena bermain anak yang aman sebagai ikon (landmark) kota Samarinda. Kedua sekolah itu akan dipindahkan ke jalan Kadrie Oening. Bangunannya sudah siap, tinggal mengisi mebeler dan fasilitas pendukung lainnya.

"Di sana akan dibuat taman kota. Di persimpanganya akan menjadi bundaran, jalan tengahnya ditutup dan akan dibuat taman kota.  Tahun ini masuk perencanaan, pertengahan tahun ini pindah. Mudah-mudahan tahun 2013 sudah terealisasi," tambahnya.

Pohon-pohon yang besar itu tetap terjaga. Dan akan dibuat sebuah panggung permanen untuk sarana bermain anak, ada toilet, dilengkapi aliran listrik. Sebagai tempat bermain anak yang aman.

Untuk mengantisipasi perkembangan penduduk tersebut maka pemerintah juga berencana memperluas wilayah perkotaan untuk menciptakan titik-titik keramaian baru di Kecamatan Sungai Kunjang. Di sana kini tengah dibangun mal besar.

Secara teknis, Kepala Dinas Bina Marga Kota Samarinda Ahmad Maulana mengatakan jalan layang tersebut akan berada di titik Gunung Manggah dan Air Hitam. Untuk perencanaan saja, proyek ini menghabiskan biaya Rp 1 miliar dan selanjutnya proyek ini akan dibiayai dari APBD Kota dan Provinsi, serta APBN.

Jembatan layang Gunung Manggah ditujukan mengatasi kemacetan  di Pasar Sungai Dama. Penentuan titik ini juga didasarkan pada banyaknya kendaraan berat yang mengunakan titik tersebut menuju jalan Juanda.

"Sekarang itu banyak kendaraan berat lewat dari AW Syahranie menuju Juanda. Karena kendaraan berat tidak bisa lagi lewat Jembatan Mahakam (dilarang lewat jalan kota) dan harus lewat Jembatan Mahulu. Maka kita antisipasi itu, kita mendukung semua program provinsi karena kita satu kesatuan, satu sistem," kata Maulana.

Pembangunan ini menurut Maulana seiring dengan akan rampungnya pembangunan Jembatan Mahkota II.  "Jadi kalau Jembatan Mahkota itu sudah jadi, sudah siap semua. Tidak ada lagi namanya jalan sakit. Terkait pembangunan yang kita lakukan di kota Samarinda khususnya di Dinas Bina Marga kita akan terbuka. Saya senang mendengar kabar bahwa masyarakat mengeluhkan hal-hal seperti ada jalan rusak dan lain-lain. Sampaikan saja pasti kita tidak lanjuti. Ada banyak keluhan masyarakat yang tentunya tidak bisa semua kita dengar. Dalam pembangunan semua kita transparan baik dana dan pengerjaannya. Kalau ada staf saya yang tidak mau memberikan data katakan kepada saya, " kata Maulana.

Sementara itu untuk mendukung program jalan bebas hambatan (free way) Balikpapan- Samarinda dengan akses Jembatan Mahkota II ke arah Bontang dan Bandara Samarinda baru (BSB), Pemkot Samarinda berencana membangun underpass di jalan Sultan Sulaiman, Sambutan.

Underpass  untuk antisipasi terjadinya titik kemacetan di daerah tersebut dan memperlancar akses transportasi besar seperti truk dan alat berat melintas jalan tol yang dari kota Balikpapan hendak ke Bontang.

Kepala Dinas Bina Marga kota Samarinda Ahmad Maulana mengatakan perencanaan underpass ini dilakukan secara transparan dan melalui perhitungan yang matang. Adapun lahan untuk proyek underpass ini telah disiapkan.  "Semua sudah melalui perhitungan. Tidak langsung begitu saja Underpass hendak dibangun. Karena, daerah Sambutan begitu banyak perumahan dan akan kompleks arus lalu lintas disana sehingga perlu dibangun underpass," kata Ahmad Maulana yang didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda Nawawi.

Dari presentasi yang ditunjukkan, underpass yang hendak dibangun nantinya dari Jembatan Mahkota II langsung menuju ke Jl Embun Suryana, lokasi mulai padatnya kompleks perumahan. Kemudian, jalan tersebut tembus sampai ke arah Jl Sultan Sulaiman (kolam pemancingan Aguan). "Jalan dimiliki Pemkot nantinya melalui bawah underpass. Sedangkan jalan provinsi berada di atas yang melengkung ke arah bawah," kata Maulana.

Selain underpass, Pemkot Samarinda juga mengajukan pembangunan jalan layang di beberapa titik kemacetan di pusat kota. Anggaran untuk membangun jalan layang itu diajukan Rp 1 Miliar tahun 2012 untuk di persimpangan tiga Jl Otto Iskandardinata dan Jl Jelawat, pasar Sungai Dama. Jalan layang juga perlu dibangun daerah Air Hitam Jl Juanda dan Jl AW Sjahranie.

"Kenapa kita pilih membangun jalan layang di Jl Juanda karena kendaraan berat lewat situ. Kalau tidak dibuat jalan layang, nantinya kendaraan tidak bisa lewat Jembatan Mahkota. Ini perlu untuk mendukung program Pemerintah Provinsi agar menjadi satu konsisten dan tidak bisa terpisah- pisah," jelas Maulana.

Penulis: Doan Pardede & Muhammad Yamin
Editor: Fransina
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
27484 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas