- Prosesi pemakaman Sultan Tidore, H. Djafar Sjah Dano H. Yunus di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) pada Sabtu siang sarat dengan ritual adat sebagaimana prosesi pemakaman para sultan terdahulu di daerah itu.

"Ritual adat dalam prosesi pemakaman Sultan Tidore semuanya mengacu pada nilai-nilai Islam, jadi tidak ada menyimpang dari syariat Islam," kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Tidore Kepulauan, Abas Mahmud.

Sultan Djafar Sjah wafat pada usia 73 tahun di rumah sakit Husada Mangga Besar Jakarta Jumat kemarin akibat penyakit liver yang dideritanya selama ini. Sultan yang dibawa dari Jakarta ke Tidore pada Sabtu pagi menggunakan pesawat udara melalui Bandara Babullah Ternate.

Masyarakat Tidore berbondong-bondong datang ke Kedaton Kesultanan Tidore sesaat jenazah sultan yang memiliki tujuh putra-putri itu tiba di kedaton. Mereka melayat sekaligus memberikan penghormatan terakhir, ujar Abas Mahmud.

Bagi masyarakat Tikep yang tak sempat melayat di kedaton, mereka bejejer disepanjang jalan yang dilewati iring-iringan mobil membawa jenazah Sultan Djafar Sjah mulai dari pelabuhan feri Rum ke Kedaton Kesultanan di Soa-Sio yang jaraknya 25 km.

Gubernur Malut Thaib Armaiyn dan Wagub Gani Kasuba hadir pada pemakaman Sultan Djafar Sjah, begitu pula Sultan Ternate Mudhaffar Sjah serta utusan dari Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan.