A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Menag Resmikan Gedung Ma'haz Aljamiah STAIN Samarinda - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Kaltim

Menag Resmikan Gedung Ma'haz Aljamiah STAIN Samarinda

Jumat, 27 April 2012 15:39 WIB
Menag Resmikan Gedung Ma'haz Aljamiah STAIN Samarinda
hasbi/tribun kaltim
Menag Suryadharma Ali berbincang dengan mahasiswa STAIN sesaat setelah meresmikan Gedung Ma'haz Aljamiah di Kampus II STAIN Samarinda, Jumat (27/4/2012).
SAMARINDA,tribunkaltim.co.id - Menteri Agama Suryadharma Ali meresmikan Gedung Ma'haz Al-jamiah dan Gedung Jurusan Syari'ah serta Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda di Kampus II STAIN Jl HM Rifaddin, Jumat (27/4/2012) pagi.


Peresmian Gedung Ma'haz Aljamiah atau asrama putri (mahasiswa) STAIN dilakukan dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang disaksikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof Dr Dede Rosyada MA, Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wajdzy, Ketua STAIN Samarinda Dr H Hadi Mutamam, Ketua MUI Kaltim Hamri Has serta para pejabat terkait lainnya.
Hadir pula menyaksikan acara ini, puluhan dosen dan ratusan mahasiswa STAIN Samarinda.


Usai melakukan pengguntingan pita, Menag bersama rombongan kemudian masuk meninjau salahsatu kamar di asrama putri tersebut. Menag juga melihat maket Plan pembangunan Kampus II STAIN.


Peresmian Gedung Ma'haz Al-jamiah dan Gedung Jurusan Syari'ah serta Program Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda ini merupakan bentuk keseriusan tim Pengembangan STAIN dan civitas akademika dalam memantapkan persiapan alih status STAIN menjadi IAIN Kaltim.


Menteri Agama Suryadharma Ali mendorong dan mendukung penuh perubahan alih status STAIN Samarinda menjadi IAIN.


"Yang penting persiapkan segala sesuatunya, misalnya jumlah dosen harus memadai, jumlah mahasiswa harus memadai, kemudian lahan dan bangunan juga harus memadai. Itu semua harus dipersiapakn dari sekarang," kata Suryadharma seusai meresmikan Gedung Ma'haz Aljamiah STAIN Samarinda di Kampus II STAIN Jl HM Rifaddin, Jumat (27/4/2012).


Menag juga meminta Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak melalui Wagub Kaltim Farid Wajdzy untuk menyediakan lahan tambahan untuk pembangunan IAIN Kaltim.


"Pak Wagub untuk sebuah IAIN dengan luasan tanah 18 hektare tidak cukup, jadi harus ditambah lagi. Kalau soal anggaran nanti kita akan kerjasama, baik melalui APBD dan juga APBN. Jadi kita harus bersinergi untuk mempersiapkan STAIN Samarinda menjadi IAIN," cetus dia.


Pada kesempatan itu, Menag juga meminta, agar STAIN dan perguruan tinggi agama islam lainnya harus bisa menjawab tantangan zaman dan tantanganmasyarakat.


"Tantangan yang paling menantang kita saat ini adalah seperti yang disampaikan Wagub Kaltim kepada saya bahwa di Kaltim saat ini sedang krisis ulama. Saya bilang, krisis ulama bukan hanya di Kaltim, tapi juga di provinsi lain mengalami krisis ulama," tutur dia.


Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wajdzy mengatakan, upaya yang dilakukan Pemprov Kaltim bersama civitas akademika STAIN untuk mempersiapkan alih status STAIN menjadi IAIN terus kita lakukan.


"Pak gubernur telah memberikan komitmen yang sungguh-sungguh terhadap persiapan alih status STAIN menjadi IAIN dimasa yang akan datang. Salah satunya adalah pak Gubernur telah bertemu Menag di Jakarta beberapa waktu lalu dalam rangka penyerahan aseti-aset pemda khususnya tanah kepada Kemenag, itu salahsatu kesungguhan Pemprov Kaltim dibawa kepemimpinan Awang Faroek Ishak," kata dia.


Karena itu tambahnya, "Pada waktu satu setengah tahun lagi berakhir kepemimpinan kami, mudah-mudahan ada perkembangan yang signifikan, dan harapan masyarakat Kaltim untuk memiliki IAIN dapat kita wujudkan," harapnya. (*)
Penulis: Hasbi
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas