Senin, 22 Desember 2014
Tribun Kaltim

Kronologi akuisisi Bank Danamon oleh DBS

Selasa, 8 Mei 2012 09:21 WIB

JAKARTA, tribunkaltim.co.id - Merger dan akuisisi dalam jumlah triliunan selalu menyimpan masalah yang pelik. Kondisi ini bisa dijumpai pada rencana akuisisi PT Bank Danamon Tbk (BDMN) oleh DBS Group Holdings. Di awal pengumuman bulan lalu, DBS punya target proses tender offer bisa rampung akhir semester kedua 2012.


Namun, pertengahan tahun hampir datang dan masih belum ada tanda-tanda tender offer akan terealisasi. Spekulasi pun banyak beredar di pasar.

Simpang siur informasi terjadi tatkala, Bank Indonesia (BI) menegaskan belum akan memproses rencana DBS lantaran ingin menuntaskan dulu aturan mengenai kepemilikan saham mayoritas di perbankan.

Seperti apa perjalanan rencana DBS mencaplok saham Danamon hingga saat ini? Berikut cuplikannya:

*30 Maret 2012
Bank Danamon meminta penghentian perdagangan (suspensi) sahamnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 2 April 2012 untuk mengantisipasi spekulasi di pasar modal. Dalam keterbukaan informasi, Danamon mengaku telah mendapatkan informasi minat investor untuk membeli saham di Asia Financial Pte. Ltd, yang dikendalikan Temasek Holdings. 

* 2 April 2012
CEO DBS Group Holding Ltd (DBS) Piyush Gupta mengungkapkan transaksi pengambilalihan seluruh saham Fullerton Financial Holdings Pte Ltd pada PT Bank Danamon Tbk (BDMN) sebanyak 67,37% diperkirakan selesai pada akhir semester kedua tahun ini. 

Transaksi antara DBS dan Fullerton bernilai Rp 45,2 triliun atau $ 6,2 miliar Singapura atau setara dengan senilai US$ 7,2 miliar. Nilai ini didasarkan pada harga kesepakatan Rp 7.000 per saham Danamon yang dimiliki Fullerton melalui Asia Financial Indonesia. Total nilai transaksi akan dibayarkan dalam bentuk 439 juta saham baru DBS dengan harga penerbitan saham sebesar S$ 14,07 per saham baru DBS.

* 2 April 2012
Fitch Ratings menempatkan Bank Danamon dalam rating watch positive (RWP) paska pengumuman rencana akuisisi DBS Group atas Danamon.

* 3 April 2012
Suspensi saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) berakhir. Begitu sesi pagi dibuka, harga sahamnya langsung melesat ke posisi Rp 6.500 per saham atau naik 41,3% dibandingkan harga ketika disuspen Rp 4.600 per saham. 

* 4 April 2012
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengaku belum menerima surat resmi atas rencana akuisisi DBS terhadap Danamon. BI bermaksud memanggil DBS untuk menanyakan maksud dan tujuan aksi korporasi tersebut.

*18 April 2012
Direktur Pengawasan II BI Endang Kusulanjari mengatakan rencana akuisisi saham Danamon oleh DBS Group Holdings tidak masuk dalam rencana bisnis Bank Danamon. 

*27 April 2012
Bank Indonesia (BI) bakal mengeluarkan aturan kepemilikan saham mayoritas di perbankan dalam negeri paling lambat Juni 2012. Gubernur BI Darmin Nasution menegaskan semua permohonan untuk memiliki atau mengakuisisi bank-bank dalam negeri akan diproses setelah aturan tersebut keluar. Termasuk, rencana akuisisi DBS atas Danamon.

*30 April 2012
CEO DBS Group Holding Ltd (DBS) Piyush Gupta dalam wawancara dengan BloombergTV di Singapura menyampaikan bank asal Singapura itu akan istirahat sesaat antara 1-2 tahun setelah akuisisi Danamon rampung.

Saham Danamon pun sempat merosot 5,95% menjadi Rp 5.550 dibandingkan posisi penutupan 27 April 2012 sebesar Rp 5.900.

Editor: Fransina
Sumber: Kontan

TRIBUNnews.com © 2014

About us

Help

Atas