Senin, 30 Maret 2015

Sampah Plastik Diolah Jadi BBM

Jumat, 11 Mei 2012 20:38 WITA

Sampah Plastik Diolah Jadi BBM
Tribunkaltim/Doan Pardede
Adalah Marno Mukti, ketua RT 22 kelurahan Pelita Samarinda Ilir telah berhasil "menyulap" sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan teknologi penyulingan.

Adalah Marno Mukti,  ketua RT 22 kelurahan Pelita Samarinda Ilir telah berhasil "menyulap" sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan teknologi penyulingan.

Menurut Marno, selain tertantang oleh program Kemenrtrian Lingkungan Hidup, ide pengolahan ini berawal dari keprihatinan pada sampah plastik yang sulit terurai. Iapun mencoba mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.

"Selama ini, sampah plastik menjadi masalah bagi masyarakat karena sulit terurai. Ini juga bisa mengajak masyarakat, bagaimana agar peduli terhadap pengolahan sampah," kata Marno yang mengaku sudah 3 bulan terakhir menggeluti serius eksperimennya ini ketika ditemui tribunkaltim.co.id dirumahnya, Jumat (11/5/2012).

Berbekal alat pembakaran dan penyulingan (reaktor) hasil rakitan sendiri yang dibuat dari tabung elpiji ukuran 3 kilogram, jenis plastik apa pun bisa diolah menjadi bahan bakar minyak. Saat ini yang diprioritaskan plastik dari tas kresek dan botol air kemasan.

"Saya dulu mau membor tabung elpiji tapi tidak ada bengkel yang mau karena takut meledak. Akhirnya saya bor sendiri, susah memang karena lapisannya tebal. Sudah berhasil, saya bawa ke bengke untuk dilas sebagai katup reaktor," katanya.

Alat ini bisa mengubah 1 kilogram plastik, setelah disuling akan menghasilkan sekitar 400 mililiter Solar, 200 mililiter minyak tanah dan 200 mililiter premium. Bahan bakar yang digunakan saat ini untuk memanaskan reaktor adalah gas elpiji seperti yang dipakai untuk masak sehari-hari di rumah tangga. Kedepannya, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar masih akan dikaji lagi.

"Suhu ideal untuk mencairkan plastik adalah 200 derajat. Sementara kita masih pakai gas elpiji yang biasa," paparnya.

Halaman12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About us

Help

Atas