Kamis, 11 Juni 2026

Usia 25-35 Berpotensi Negatif?

Tinggal di kota besar menjadi tantangan bagi kalangan muda usia produktif sekitar 25-35 tahun.

Tayang:
zoom-inlihat foto Usia 25-35 Berpotensi Negatif?
SHUTTERSTOCK
Kalangan urban memiliki kesibukan dan daya saing tinggi yang membuatnya riskan menjadi negatif.
Tribunkaltim.co.id- Tinggal di kota besar menjadi tantangan bagi kalangan muda usia produktif sekitar 25-35 tahun. Kalangan urban sibuk dengan berbagai pekerjaannya baik di kantor, keluarga, juga menyeimbangkan kehidupannya antara dunia kerja dengan pertemanan atau hubungan sosial. Berbagai kesibukan ini menjadi tantangan bagi kalangan muda. Juga dapat berpotensi negatif jika kaum muda kalangan urban ini tidak bisa menemukan cara untuk selalu positif.

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine mengatakan kalangan muda usia 25-35 memiliki semangat tinggi namun juga menghadapi bahaya negatif yang tinggi. 

Tantangan terbesar kalangan muda di perkotaan adalah kompetisi tinggi, selain juga dunia yang cenderung individualistis, serta dunia yang negatif dampak dari kemacetan, stres tinggi, kompetisi tidak sehat, praktik korupsi yang ditemui di mana saja, bahkan godaan penggunaan narkoba.

Daisy mengatakan anak muda di perkotaan perlu menemukan cara tepat untuk menghadapi sejumlah tantangan ini, agar tetap mampu produktif di usianya. Dengan kata lain, kalangan muda di perkotaan perlu menciptakan atau memiliki semangat positif untuk menghadapi atau menjalani dunia yang cenderung kompetitif dan negatif. 

"Tantangan terbesar kalangan muda di perkotaan adalah kompetisi yang tinggi. Baik dalam pekerjaan, atau mengejar cita-cita. Anak muda usia ini banyak memiliki cita-cita dan mereka berusaha mengejarnya, sehingga kompetisi pun tinggi bahaya negatif juga tinggi," jelas Daisy saat bincang-bincang kampanye Lipton-PositiviTEA di Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Bagi Anda yang tinggal di kota besar dengan kompetisi tinggi, strategi tepat penting dimiliki untuk bisa mencapai target dan meraih apa yang dicita-citakan.

Daisy mengutarakan, berjejaring, berkomunitas, berinovasi merupakan sejumlah bentuk strategi positif yang bisa dilakukan untuk memenangkan kompetisi tinggi dan melawan dampak negatif yang ditimbulkannya.

"Membangun jejaring termasuk dalam komunitas, dan membina banyak teman dapat menjadi strategi untuk selalu positif. Berkomunitas penting karena ketika berada dalam komunitas seseorang menjadi lebih berdaya. Menciptakan hal-hal inovatif  dan kreatif untuk memenangkan kompetisi juga bisa menjadi cara agar tingginya kompetisi tak membuat negatif," tutupnya.
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved