Selasa, 23 Desember 2014
Tribun Kaltim

BKD Samarinda Buka Pendaftaran Praja IPDN

Kamis, 24 Mei 2012 14:48 WIB

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id  -  Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda membuka penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2012/2013, mulai 21 Mei 2012 hingga 30 Mei 2012 mendatang.

"Sudah sering terjadi oknum yang memanfaatkan situasi penerimaan PNS, termasu calon praja IPDN. Kami ingatkan lagi, jika ada yang menawarkan jasa dengan menjanjikan dapat diterima menjadi Praja IPDN dengan meminta imbalan, itu jelas penipuan, dan panitia tidak akan bertanggung jawab atas perbuatan oknum tersebut," kata wakil walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail, Rabu (23/5/2012).

Kelulusan peserta seleksi secara bertahap ditentukan dan dilaksanakan antara Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi, Pemkot, yang mana memang ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi peserta sendiri.

Syarat-syarat yang ditetapkan dalam penerimaan ini yang pertama usia calon praja maksimal 21 tahun, berijasah SMA dan MA mulai tahun 2010, 2011 dan 2012. Selain peryaratan di atas, ada juga yang harus dipenuhi oleh para calon praja, yakni nilai rata-rata minimal mereka harus 7,00 tidak boleh dibawah itu.

Syarat lainnya calon praja tidak boleh menggunakan lensa kontak, menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) saat melakukan pendaftaran serta keterangan berbadan sehat dari rumah sakit.

Secara teknis, Kepala BKD Samarinda Suryawan Atmadja mengatakan  bahwa pendaftaran dilakukan di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Samarinda di Balaikota Jl Kusuma Bangsa. Atau untuk lebih jelasnya, peminat dapat membuka situs BKD Samarinda, www.bkdsamarinda.web.id.

Adapun persyaratan ikut IPDN maksimal umur 21 tahun dengan tinggi pria minimal 160 Cm, dan wanita 155 Cm. Dengan nilai rata-rata STTB SMA/Madrasah Aliyah minimal 7,00.

"Khusus pelamar dari PNS, tugas belajar maksimal 24 tahun dengan masa kerja minimal 2 tahun. Yang jelas usia bagi pendaftar 21 tahun dan 24 tahun per 21 Mei 2012. Para peserta  juga harus memiliki surat keterangan, tanda lulus ujian Nasional. Disamping itu, pendaftar tidak memiliki tato, serta saat mendaftar agar membawa meterai (tempel) 6000," jelas Suryawan.
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Fransina

TRIBUNnews.com © 2014

About us

Help

Atas