Jumat, 28 November 2014
Tribun Kaltim

PT Harita di Kalimantan Barat Mulai Rumahkan Karyawan

Selasa, 29 Mei 2012 08:59 WIB

KETAPANG, tribunkaltim.co.id - - PT Harita Prima Abadi Mineral, Ketapang, Kalimantan Barat mulai merumahkan sebagian dari total 6.000 karyawan. Pasalnya, perusahaan mulai berhenti beroperasi pascapenerapan larangan ekspor bahan mentah hasil tambang.

Bagian Hubungan Masyarakat PT Harita Prima Abadi Mineral, Ketapang Ismet Siswadi, Selasa (29/5/2012) mengatakan, karyawan bagian produksi sudah mulai dirumahkan. "Saya belum bisa memastikan berapa jumlahnya, tetapi yang jelas sudah mulai ada, sejak 15 Mei lalu," kata Ismet.

Pihaknya berharap, pemerintah tidak terburu-buru menerapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral. Aturan yang berimplikasi pada larangan ekspor bahan mentah hasil tambang itu dinilai bertentangan dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

"Kami memiliki rencana bisnis dengan mengacu pada undang-undang itu. Kami sedang dalam tahap penyiapan tempat pengolahan karena kalau mengacu pada undang-undang itu, ekspor bahan baku baru akan dihentikan pada 2014," kata Ismet.
Editor: Fransina
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas