Warga di Tana Tidung Mengonsumsi Daging Bekantan
Tribun Kaltim - Sabtu, 9 Juni 2012 21:48 WITA
TIDENG PALE , tribunkaltim.co.id- Untuk menjaga keberlangsungan hidup
Bekantan (Nasalis larvatus), yang ada
di Pulau Belanak Desa Sengkong Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung,
Dinas Kehutanan membentuk kawasan konservasi, sehingga perburuan yang dilakukan
masyarakat setempat bisa dihentikan.
Kepala Bidang Perencanaan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan KTT Syafarudin SHut mengatakan, keberadaan bekantan di Pulau Belanak semakin berkurang. Menurunnya populasi monyet akibat perburuan liar yang dilakukan warga sekitar karena masih ada beberapa kelompok warga yang mengonsumsi dagingnya.
Kepala Bidang Perencanaan dan Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan KTT Syafarudin SHut mengatakan, keberadaan bekantan di Pulau Belanak semakin berkurang. Menurunnya populasi monyet akibat perburuan liar yang dilakukan warga sekitar karena masih ada beberapa kelompok warga yang mengonsumsi dagingnya.
“Bekantan diburu untuk dikonsumsi dagingnya. Masyarakat
sekitar mengonsumsi bekantan meskipun jumlahnya sudah tergolong kecil, namun
sebagai salah satu binatang yang dilindungi bekantan harus terus dilestarikan,”
ungkapnya, Sabtu (9/6).
Langkah awal untuk menjaga populasi bekantan di Pulau
Belanak dengan menjadikan wilayah seluas 150 hektar sebagai kawasan
konservasi. Diawal tahun 2012 Dishut telah membangun dua pos penjagaan, untuk
mengawasi kawasan konservasi.
Penulis : Sofyan AM
Editor : Fransina