Homebase Persisam Putra Akan Pidah ke Stadion Palaran
Tribun Kaltim - Selasa, 12 Juni 2012 17:09 WITA
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Manajemen Persisam Putra Samarinda akan memindahkan
homebase dari Stadion Segiri Samarinda ke Stadion Utama Palaran. Hal ini
terkait dengan minimnya pendapatan dari penjualasan tiket yang tidak
sesuai dengan harapan, pada saat tim Persisam Putra Samarinda bermain
dikandangnya (home).
Pemilik klub sepakbola Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah menegaskan, dengan adanya dugaan kebocoran hasil penjualan tiket, homebase Persisam Putra Samarinda akan dipindahkan dari Stadion Segiri Samarinda ke Stadion Utama Palaran.
Harbiansyah yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Liga Indonesia, berharap pendapatan dari hasil penjualan tiket dan sponsor dapat meringankan beban biaya yang dibutuhkan. Pasalnya, klub Persisam sudah tidak mendapatkan lagi suntikan dana dari APBD Kota Samarinda.
Demi kelangsungan tim Persisam Putra Samarinda eksis di Indonesia Super League (ISL), Harbiansyah rela mengeluarkan kocek probadinya untuk membayarkan gaji pemain dan catering. Untuk pengeluaran rutin itu, setiap bulan dikucurkan dana pribadi sebesar Rp1,2 miliar.
"Itupun masih ada pengeluaran lainnya. Sebelum pertandingan, manajemen harus mengikat kontrak pemain-pemain. Dalam aturan kontrak pemain, klub wajib membayar down payment (DP) 25 persen dari total nilai kontrak. Ditambah lagi fasilitas rumah dan kendaraan untuk pemain asing," beber Harbiansyah, Senin (12/6/2012).
Hasil penjualan tiket penonton yang tertinggi, pada saat laga Persisam menjamu Mitra Kukar. Kata dia, hasil penjualan tiket manajemen mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 700 juta. "Itu waktu lawan Mitra Kukar. Jumlah penontonya, kira-kira hampir sama waktu lawa Persija. Masa cuma dapat Rp 324 juta," keluh Harbiansyah.
Pemilik klub sepakbola Persisam Putra Samarinda Harbiansyah Hanafiah menegaskan, dengan adanya dugaan kebocoran hasil penjualan tiket, homebase Persisam Putra Samarinda akan dipindahkan dari Stadion Segiri Samarinda ke Stadion Utama Palaran.
Harbiansyah yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Liga Indonesia, berharap pendapatan dari hasil penjualan tiket dan sponsor dapat meringankan beban biaya yang dibutuhkan. Pasalnya, klub Persisam sudah tidak mendapatkan lagi suntikan dana dari APBD Kota Samarinda.
Demi kelangsungan tim Persisam Putra Samarinda eksis di Indonesia Super League (ISL), Harbiansyah rela mengeluarkan kocek probadinya untuk membayarkan gaji pemain dan catering. Untuk pengeluaran rutin itu, setiap bulan dikucurkan dana pribadi sebesar Rp1,2 miliar.
"Itupun masih ada pengeluaran lainnya. Sebelum pertandingan, manajemen harus mengikat kontrak pemain-pemain. Dalam aturan kontrak pemain, klub wajib membayar down payment (DP) 25 persen dari total nilai kontrak. Ditambah lagi fasilitas rumah dan kendaraan untuk pemain asing," beber Harbiansyah, Senin (12/6/2012).
Hasil penjualan tiket penonton yang tertinggi, pada saat laga Persisam menjamu Mitra Kukar. Kata dia, hasil penjualan tiket manajemen mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp 700 juta. "Itu waktu lawan Mitra Kukar. Jumlah penontonya, kira-kira hampir sama waktu lawa Persija. Masa cuma dapat Rp 324 juta," keluh Harbiansyah.
Penulis : Budhi Hartono
Sumber : Tribun Kaltim