Kutai Timur Terancam Krisis Air Bersih
Warga Kutai Timur (Kutim) terancam krisis air bersih. Sumber air baku yang berasal dari Sungai Sangatta sangat keruh dalam dua minggu ini.
SANGATTA, tribunkaltim.co.id
- Warga Kutai Timur (Kutim) terancam krisis air bersih. Sumber air baku
yang berasal dari Sungai Sangatta sangat keruh dalam dua minggu ini.
Tercemarnya Sungai Sangatta membuat kualitas air PDAM menurun, hal tersebut diakui oleh Direktur Utama PDAM Tuah Benua, Kutim, Adji Mirni Mawarni, saat ditemui Tribun di kantornya, Rabu (13/6/2012).
"Standar air baku yang layak diolah itu maksimal 500 NTU, tetapi air yang berasal dari Sungai Sangatta itu kadar minimalnya saja 900 NTU," terang Mawar, sapaan Adji Mirni Mawarni. NTU adalah singkatan dari Nephelometric Turbidity Units (satuan kekeruhan air). Istilah yang digunakan untuk menakar kadar kekeruhan air baku olahan.
Mawar menambahkan, dalam 12 hari terakhir, kualitas air baku yang berasal dari Sungai Sangatta mencapai 3000 NTU. "Dengan kondisi seperti itu bisa jadi kapasitas produksi kami kurangi, atau bahkan dihentikan," kata Mawar.