• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Kaltim

Food Estate di Kaltim masih Terkendala Lahan

Selasa, 19 Juni 2012 21:34 WIB
Food Estate di Kaltim masih Terkendala Lahan
tribunkaltim/hasbi
Panen perdana padi di Bulungan oleh Gubernur, Ketua DPRD Kaltim dan Dirjen Kementerian Pertanian
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Provinsi Kaltim masih membutuhkan ratusan ribu hektare untuk pengembangan lahan pertanian (food/rice estate). Saat ini ada sekitar 18 perusahaan/investor yang mengajukan minat/permohonan untuk program food/rice estate.

"Ada sekitar 18 investor mengajukan permohonan pengembangann food estate di Kaltim. Sedikitnya dibutuhkan sekitar 535 ribu hektare lahan," kata  Prof Yanto, anggota Tim Percepatan program Food/Rice Estate Kaltim dalam seminar "Membangun Ketahanan Pangan dengan Program Industri Food/Rice Estate Pro Rakyat di Hotel Jatra, Balikpapan, Selasa (19/6).

Menurut Yanto,  meski memiliki wilayah luas, namun Kaltim masih terkendala ketersedian lahan  pertanian. Ketersedian lahan berbenturan dengan lahan perkebunan, pertambangan, hutan lindung, taman nasional,  termasuk kepemilikan lahan masyarakat sekitar.

Karena itu, keinginan investor masuk Kaltim dalam upaya pengembangan pertanian hingga kini belum dapat dipenuhi semua. "Kabupaten/kota harus segera memenuhi kalau sudah ada penunjukan lahan  dan penuhi segala persyaratan bisa segera direalisasikan. Masalah lahan ini harus jelas dan tuntas dari masalah," katanya.

Kendala lahan juga diakui Ketua DPRD Kaltim HM Mukmin Faisyal HP. Politisi Partai Golkar ini berharap kabupaten/kota menyiapkan lahan sesuai arahan Gubernur. Selain itu Pemkab juga harus tegas terhadap alih fungsi lahan.

"Pemkab harus tegas peruntukan, ada saatnya kita krisis pangan kalau kita tidak antisipasi sekarang seperti yang diintruksi Presiden  bahwa Kaltim  sebagai lumbung pangan," ujar di sela- sela membuka seminar yang digagas Komisi II DPRD Kaltim ini.

DPRD kata Mukmin, akan terus mendorong percepatan proses ini sehingga Kaltim bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional. "Seminar ini merupakan komitmen. Harus kita lakukan terus menerus untuk mendorong percepatan proses Food Rice Estate. Saya sudah lihat saat panen perdana di Bulungan. Hasilnya memang belum maksimal, namun setelah ini bisa hasilkan 1,5 ton dalam 1 hektare," ungkap Mukmin.

Peran swasta diakui Mukmin sangat besar bahkan berlebih untuk masuk dalam program ini namun mereka terkendala ketersedian tanah. "Beberapa sudah daftar ke provinsi,  butuh  berapa ratus ribu hektar lagi. Kita dorong upaya itu supaya kita satu bahasa dan visi sukseskan program food/rice estate ini," katanya. (*)
Editor: Sumarsono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
34279 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas