Orangtua di Nunukan Keluhkan Data SKHU
Tribun Kaltim - Rabu, 20 Juni 2012 17:33 WITA
Berita Terkait
- Bebas Bersyarat dan Remisi di Nunukan Menunggu Permenkum…
- Satu Lagi Pejabat UPT Dispenda Nunukan jadi Tersangka
- Barang Bukti Curanmor di Balikpapan Bisa Dipinjam…
- Sepekan 538 Kendaraan di Balikpapan Terjaring Operasi…
- Sebelum Kebakaran, Petugas Pemadam Nunukan Terima…
- Kebakaran Hanguskan 5 Bangunan di Jalan Pahlawan Nunukan
- 21 Hari TNI Membangun Desa Tabur Lestari Nunukan
- Pejabat Pemkab PPU Biasa Mark Up Harga
- Kadinkes Nunukan Bantah Nilai IPAL Rp 800 Juta
- Ruman ‘Serang’ Proyek IPAL Puskesmas Nunukan
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Tidak validnya data pada surat
keterangan hasil ujian (SKHU) dikeluhkan para orangtua calon siswa baru di
Nunukan. Sebab kesalahan maupun tidak tercantumnya data seperti kesalahan nama dan
tanggal lahir serta tidak
tercantumnya nomor induk siswa nasional (NISN) pada
SKHU menyulitkan
pendaftaran calon siswa baru.
Saleh Kembar, salah satu orangtua calon siswa baru mengatakan, salah satu persyaratan pendaftaran calon siswa baru di SMP yakni harus memiliki NISN.
Saleh terpaksa harus mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan
untuk mempertanyakan kesalahan data pada SKHU milik anaknya. Untuk meminta
keterangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ia mesti menunggu dari pagi
hingga siang hari.
Pantauan tribunkaltim.co.id, tak hanya Saleh, beberapa orangtua calon
siswa juga harus mengantre guna mendapatkan keterangan, akibat kesalahan
dimaksud.
Para orangtua harus direpotkan dengan urusan dimaksud, sementara waktu
pendaftaran bagi calon siswa baru sangat dibatasi.
Kasubbag
Perencanaan dan Program Disdikbud Nunukan Ridwan mengatakan,
berdasarkan surat Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan melalui Pusat Data dan Statistik Pendidikan, dijelaskan tentang pelayanan NIS yang mengalami gangguan. Ada peralihan dari semula di
Pusat Data Statistik ke Pusat Data dan Statistik Pendidikan. Hal itu menyebabkan penutupan sementara
jaringan di pusat.
“Jadi sekolah yang men-download atau
mengakses yang selama ini diakses, mengalami masalah. Sesuai dengan data ini
maka kita akan memvalidasi kembali,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, ia meminta NISN tidak dipermasalahkan lagi. “Silakan
proses. Nanti kalau mereka diterima, siapa siapa yang diterima nanti baru kita
validasi kembali NISN-nya. Kalau jaringan teracak tidak karu-karuan , ini
dari pusat bukan dari kita,” ujarnya.
Ia meminta orangtua calon siswa tidak mempermasalahkan hal itu. Pihaknya
juga telah merekomendasikan kepada sekolah-sekolah untuk tidak lagi
mempersoalkan NISN sebagai persyaratan yang harus dipenuhi saat pendaftaran.
Pihaknya baru akan melakukan verifikasi ulang NISN apabila sistem di
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah dibuka kembali.
Penulis : Niko Ruru
Sumber : Tribun Kaltim