Dua Perusahaan Belum Bantu Atlet Panjat Tebing Kaltim
Tribun Kaltim - Kamis, 21 Juni 2012 20:28 WITA
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Sekretaris Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Kaltim, Ahmad Subhan mengungkapkan, kebutuhan anggaran atlet panjat tebing Kaltim untuk persiapan PON XVIII 2012 di Riau sebesar Rp 620 juta. Anggaran sebesar itu tidak bisa dipenuhi oleh Puslatda.
Kebutuhan anggaran ini, kata Subhan, akan disampaikan kepada bapak angkat, PT Fajar Surya Swadaya. Pasalnya, dua Bapak Angkat yang ditunjuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yakni PT Surya Hutani Jaya dan PT Interex Sakra Raya, tidak merespon kebutuhan atlet panjat tebing.
"Kami akan menyampaikan dan mengusulkan ke Pak Gubernur agar dua Bapak Angkat ini diganti. Karena sampai sekarang, dua perusahaan itu sama sekali tidak merespon," beber Subhan, Kamis (21/6/2012).
Menurut dia, kebutuhan tim panjat tebing Kaltim antara lain, try out dalam negeri mencapai Rp 200 juta, try out ke luar negeri sekitar Rp70 juta. "Kami akan membawa hanya 5 atlet andalan dan dua pelatih ke Singapura. Ini masih rencana, kegiatannya awal Juli 2012," ungkap Subhan.
Selain itu, lanjut dia, tim panjat tebing PON Kaltim akan mengikuti kejuaraan di Riau sekaligus training camp selama setengah bulan, sebelum PON 2012 dimulai. "Ini untuk pemanasan melihat medan pertandingan dan kebutuhan biaya sewa rumah dan dan lainnya termasuk gaji tim official. Karena tidak ditanggung KONI," jelasnya
Kebutuhan anggaran ini, kata Subhan, akan disampaikan kepada bapak angkat, PT Fajar Surya Swadaya. Pasalnya, dua Bapak Angkat yang ditunjuk Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yakni PT Surya Hutani Jaya dan PT Interex Sakra Raya, tidak merespon kebutuhan atlet panjat tebing.
"Kami akan menyampaikan dan mengusulkan ke Pak Gubernur agar dua Bapak Angkat ini diganti. Karena sampai sekarang, dua perusahaan itu sama sekali tidak merespon," beber Subhan, Kamis (21/6/2012).
Menurut dia, kebutuhan tim panjat tebing Kaltim antara lain, try out dalam negeri mencapai Rp 200 juta, try out ke luar negeri sekitar Rp70 juta. "Kami akan membawa hanya 5 atlet andalan dan dua pelatih ke Singapura. Ini masih rencana, kegiatannya awal Juli 2012," ungkap Subhan.
Selain itu, lanjut dia, tim panjat tebing PON Kaltim akan mengikuti kejuaraan di Riau sekaligus training camp selama setengah bulan, sebelum PON 2012 dimulai. "Ini untuk pemanasan melihat medan pertandingan dan kebutuhan biaya sewa rumah dan dan lainnya termasuk gaji tim official. Karena tidak ditanggung KONI," jelasnya
Penulis : Budhi Hartono
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim