A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kuota SPBN Nelayan Bontang masih Kurang 50 Ton per Bulan - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Kaltim

Kuota SPBN Nelayan Bontang masih Kurang 50 Ton per Bulan

Kamis, 21 Juni 2012 18:08 WIB
Kuota SPBN Nelayan Bontang masih Kurang 50 Ton per Bulan
tribun kaltim/udhin dohang
Dari kanan, aua Anggota Komisi II DPRD Bontang Abdul Gaffar dan Hartoyo duduk di belakang bangunan SPBN Tanjung Limau melakukan sidak soal terbatasnya solar subsidi bagi nelayan.
BONTANG, tribunkaltim.co.id -  Direktur  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau, HE Nazamuddin mengakui kuota solar subsidi yang diterima dari PT Pertamina belum mencukupi kebutuhan nelayan Bontang.

"Memang kami sering kehabisan stok solar, karena kuota yang kami terima belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh nelayan di Bontang," ujar Nazamuddin, saat ditemui disela-sela Sidak Komisi II DPRD Bontang, Kamis (21/6).

Menurut Nazamuddin, kuota solar subsidi yang dipasok oleh PT Pertamina ke SPBN Tanjung Limau hanya 50 ton per bulan, sementara kebutuhan nelayan ditaksir mencapai 100 ton per bulan. Kebutuhan ini untuk mengoperasikan 815 kapal nelayan.

"Kami sudah melakukan inventarisasi, memang kuota solar yang kita terima masih kurang 50 persen," katanya.

Menyikapi kekurangan tersebut, Nazamudin mengaku sudah tiga kali bersurat ke PT Pertamina meminta tambahan kuota namun sampai sekarang belum ada respon. Surat terakhir dilayangkan tertanggal 2 Juli 2012, dengan menyertakan data armada kapal di Bontang yang membutuhkan solar subsidi.

"Kami sudah 3 kali bersurat ke Pertamina, tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti," paparnya.
Penulis: Udin Dohang
Editor: Fransina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas