
Dua pundit (ahli sepak bola) BBC rata-rata
berkomentar miring dengan cara Pelatih Portugal Paulo Bento mengurutkan
algojo penaltinya dan memberikan kesempatan terakhir kepada Ronaldo.
Praktis, bomber Real Madrid itu pun tidak menyepak penalti bagiannya
karena "Seleccao" telanjur terdepak saat eksekutor terakhir Spanyol,
Cesc Fabregas, memastikan kemenangan 4-2 bagi timnya.
"Sangat
jarang kesempatan (menendang penalti) itu datang bagi eksekutor penalti
kelima. Jika Anda mencetak tiga penalti pertama, itu akan membuat lawan
makin terbebani. Saya pikir Ronaldo seharusnya memimpin dari awal,
mencetak gol penaltinya, dan menyingkirkan segala beban dari
rekan-rekannya yang lain. Kesalahan terjadi di sini," sebut Danny Mills
kepada BBC Radio 5 Live.
Bahkan, striker legendaris Inggris, Alan Shearer, angkat bicara langsung dari Donetsk.
"Sungguh
tak masuk akal. Ronaldo jadi algojo penalti kelima, apakah benar ia
menjadi eksekutor utama timnya? Saya tak paham, benarkah Ronaldo algojo
terbaik Portugal?" tanya Shearer beretorika.
"Super Al"—julukan Shearer—punya alasannya.
"Kadang
penendang penalti terakhir akan jadi penentu kemenangan sekaligus
menyandang beban terberat, tetapi ia juga kadang sama sekali tak
menendang. Sebagai kapten, Ronaldo seharusnya menjadi penendang pertama
atau kedua agar menjadi awal yang baik bagi timnya. Itu kesalahan
besar!" seru Shearer.