A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Disdik Samarin Bantah Persulit Pencairan Insentif Guru Honor - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Kaltim

Disdik Samarin Bantah Persulit Pencairan Insentif Guru Honor

Jumat, 29 Juni 2012 00:58 WIB
Disdik Samarin Bantah Persulit Pencairan Insentif Guru Honor
tribun kaltim/doan e pardede

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id -
Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda membantah bila dikatakan pihaknya sengaja mempersulit masuknya berkas yang dibutuhkan untuk pencairan insentif guru honorer ke Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Untuk diketahui, hingga saat ini insentif guru honorer untuk triwulan pertama tahun 2012 (Januari-Maret) sudah telat 2 bulan lebih.Menurut Harimurti WS, Kepala Disdik Samarinda, keterlambatan pihaknya memberikan berkas yang dibutuhkan ke BPKAD disebabkan adanya perubahan aturan yang cukup rumit.

Dan Disdik sendiri masih awalnya perlu waktu untuk mempelajari proses pencairan bila insentif menjadi dana hibah sesuai Permendagri No 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penerima Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD, pasal 13 yang mengatakan setiap pemberian hibah dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani bersama oleh kepala daerah dam penerima hibah.

"Insentif menjadi hibah, ini sebenarnya ada perubahan aturan yang agak rumit. Jadi, coba kalau misalnya kita memproleh informasi untuk hibah itu bagaimana. Baru bulan Mei kemarin kita diberi tahu berubah menjadi hibah, biasanya tidak demikian. Dengan berubah menjadi hibah ini diperlukan adminitrasi yang rumit karena memerlukan pihak ketiga. Maka diperlukan NPHD. NPHD juga harus ditandatangani oleh kepala sekolah satu persatu. Tiap sekolah membuat rangkap 5 baru saya mewakili pemerintah kota menandatangani," jelas Harimurti, Kamis (28/6).

 Dipaparkannya lagi, bahwa berkas yang harus ditandatangani mencapai 6 ribu lebih untuk guru honorer saja. Salah satu kendala lain menuruttnya adalah kekurangan tenaga bagian keuangan Disdik. Disdik sendiri  menurutnya sudah mengajukan penambahan tenaga.

"Untuk prosedur, kalau petunjuk hibah itu lengkap, tertulis, akan lebih mudah. Ini tidak tertulis. Hanya dari mulut ke mulut saja. Sebagai contoh, bosda ada yang sudah dibayar ternyata pajaknya tidak dipotong, dikembalikan kepada kita. Kalau terjadi kesalahan keuangan yang bertangungjawab siapa, disdik," katanya. 
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
34774 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas