Tribun Batam
Kerja Bakti Diharapkan Jadi Budaya di Kubar
Tribun Kaltim - Jumat, 29 Juni 2012 23:00 WITA
Share |
SENDAWAR, tribunkaltim.co.id –Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman ke 54 tahun 2012, Komando Distrik Militer (Kodim) 0912 Kubar melaksanakan kegiatan kerja bakti di lima titik.

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan sepakbola Rarakuta Kelurahan Barong Tongkok, diawali upacara gabungan yang melibatkan seluruh personil Kodim 0912 Kubar, Polres Kubar, instansi pemerintah, mahasiswa, pelajar, pramuka dan masyarakat yang berjumlah 875 orang.

Upacara gabungan dengan Inspektur Upacara Asisten III Bidang Administrasi Umum Murni Neri, dihadiri Kapolres Kubar AKBP Handoyo, Kepala Kejaksaan Negeri Sendawar Syachkrony.

Disampaikan Komandan Kodim 0912 Kubar Letkol Inf Agus, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Kodim 0912 Kubar bersama-sama seluruh instansi Pemerintah yang ada di wilayah Kubar serta mahasiswa, pelajar, pramuka dan masyarakat untuk membangun Kabupaten Kutai Barat.  Disamping itu merupakan perwujudan semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta sebagai sarana komunikasi untuk memupuk rasa kebersamaan antara aparatur negara dengan masyarakat dan semakin solidnya kemananggulan TNI – Rakyat khususnya di wilayah Kubar.

Lebih jauh dikatakannya, kegiatan kerja bakti ini adalah salah satu metode bina territorial (binter) yang dilaksanakan secara terus menerus dalam membantu penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan atas permintaan instansi terkait dan atau atas inisiatif sendiri guna terwujudnya kemanunggalan TNI Rakyat.

“Melalui karya bhakti ini diharapkan dapat membantu mewadahi dan mewujudkan aspirasi serta kepentingan masyarakat agar segera mungkin dapat menikmati hasil-hasil pembangunan di daerahnya sehingga kondisi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat dapat semakin ditingkatkan. Kedepan kegiatan ini dapat dijadikan budaya masyarakat Kubar untuk selalu bekerjasama dan bergotong royong dalam membangun Kutai Barat di segala bidang sesuai dengan budaya nenek moyang masyarakat Dayak yang dinamakan Sempekat,” harap Agus. (*)

Penulis : Alex Pardede
Editor : Sumarsono