Tribun Batam
RSBI di Berau Masih Gratis
Tribun Kaltim - Senin, 2 Juli 2012 19:00 WITA
Share |
0206BRAU_SMA_Negeri_1Berau_JANUAR_ALAMIJAYA.JPG
tribun kaltim/januar alamijaya
SMA negeri 1 Berau
TANJUNG REDEB, tribunkaltim.co.id - Keluhan banyak orang tua siswa di beberapa kota tentang mahalnya biaya pendidikan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah berstatus RSBI ternyata tidak terjadi di Kabupaten Berau. Sampai sampai saat ini siswa yang belajar di sekolah berstatus Internasional itu sama sekali tidak dipungut biaya oleh pihak sekolah.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Susila Harjaka, Senin (2/7) yang mengatakan bahwa sampai saat ini satu-satunya sekolah bersatus RSBI di Berau masih gratis bagi siswa yang menuntut ilmu di sana.

Menurut  Susila yang baru didefinitifkan sebagai pejabat eselon II ini dari segi peraturan memang sekolah-sekolah berstatus RSBI masih diperbolehkan melakukan pungutan kepada orangtua siswa selama disetujui oleh kedua pihak.

Namun khusus SMA Negeri 1 yang merupakan satu-satunya sekolah bersatus RSBI di Kabupaten Berau, hal itu tidak diterapkan oleh sekolah, dan lagipula Dinas Pendidikan setempat memang tidak memperkenankan mereka untuk melakukan pungutan.

“RSBI di Berau masih sama persis dengan sekolah yang lain. tidak ada pungutan kepada orangtua siswa dan masih gratis,” katanya.

Gratisnya biaya sekolah tersebut disebabkan karena pihaknya masih menganggap dana yang dikucurkan pemerintah terhadap sekolah yang berokasi di Jl Mangga 1 itu masih mencukupi untuk menjalankan program-program selaku sekolah dengan rintisan Internasional.

Selama ini sendiri SMA negeri 1 Berau mendapat kucuran dana dari 3 sumber berbeda masing-masing Pemerintah Puasat, Pemerintah Provinsi danPemerintah Kabupaten.

Dana dari Pemerintah pusat itu memang dikucurkan khusus oleh kementrian pendidikan untuk sekolah-sekolah berstatus RSBI yang tersebar di seluruh Indonesia, sementara dari Pemerintah Provinsi dan Kabuaten dikucurkan dalam bentuk bantuan operasional sekolah atau lazim disebut bosda.

Penulis : Januar Alamijaya
Editor : Fransina