Nunukan
Dewan Pertanyakan Aset Tanah Lamijung
mempertanyakan aset tanah Pemkab Nunukan di Tanah Merah, Lamijung yang di atasnya telah berdiri rumah toko.
Tayang:
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Fraksi Perjuangan Rakyat (F-PR) DPRD Nunukan
mempertanyakan aset tanah Pemkab Nunukan di Tanah Merah, Lamijung yang
di atasnya telah berdiri rumah toko. Persoalan ini mendapatkan perhatian DPRD
Nunukan karena aset tersebut sangat strategis.
“Kami meminta penjalasan
apakah ada perda kerjasama pengelolaan aset dimaksud dan apakah sudah
mendapatkan persetujuan DPRD?” kata F-PR melalui Juru Bicaranya Niko Hartono, Rabu
(4/7/2012) menyampaikan aspirasi disela Pemandangan Umum Anggota DPRD Nunukan
Terhadap Enam Buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Nunukan. Tanggapan
Pemkab Nunukan Terhadap Dua Raperda Inisiatif DPRD Nunukan.
Aspirasi lainnya
yang disampaikan, F-PR meminta agar Dinas Pengelolaan Kekayaan Keuangan dan
Aset Daerah (DPKKAD) Nunukan membantu Perusahaan Daerah Nusa Serambi Persada,
mengingat selama ini pihak perusda berjalan dengan dana sendiri.
Pemkab Nunukan juga
diminta melakukan inventarisasi dan pengarsipan terhadap peraturan daerah
Kabupaten Nunukan, karena perda sering tidak tersedia di DPRD Nunukan.
Pemkab Nunukan
diminta pula memberikan jawaban mengenai pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa
Samaenre Semaja, kecamatan Siemanggaris yang sempat dibatalkan Bupati Nunukan
Basri. Dinas Pekerjaan Umum Nunukan diminta memperbaiki jalan rusak dan
berlubang di Jalan Antasari dan jalan-jalan berlubang lainnya di Kabupaten
Nunukan.
Pada kesempatan itu,
Pemkab Nunukan juga diharapkan meninjau kembali peraturan daerah yang sudah
tidak efektif pemberlakuannya.
Satuan kerja
perangkat daerah (SKPD) diminta pula memaksimalkan kinerjanya sehingga tidak
terjadi SILPA pada akhir anggaran.
Terakhir, F-PR dalam
aspirasinya meminta Pemkab Nunukan tidak menjadikan penawaran terendah sebagai
satu-satunya acuan untuk memenangkan kontraktor peserta tender. Saat ini
kontraktor melakukan penawaran dengan membanting harga hingga lebih 20 persen.
KOMENTAR