Dilarang Bawa HP, Sekolah di Nunukan Sediakan Telepon Gratis untuk Pelajar
Tribun Kaltim - Kamis, 5 Juli 2012 19:14 WITA

Ilustrasi
Berita Terkait
- Bangunan Ruko di Jl Sudirman Balikpapan Tiba-tiba…
- Tokoh Senior Prihatin Fasilitas Panjat Tebing Nunukan
- Bebas Bersyarat dan Remisi di Nunukan Menunggu Permenkum…
- Satu Lagi Pejabat UPT Dispenda Nunukan jadi Tersangka
- Barang Bukti Curanmor di Balikpapan Bisa Dipinjam…
- Sepekan 538 Kendaraan di Balikpapan Terjaring Operasi…
- Sebelum Kebakaran, Petugas Pemadam Nunukan Terima…
- Kebakaran Hanguskan 5 Bangunan di Jalan Pahlawan Nunukan
- 21 Hari TNI Membangun Desa Tabur Lestari Nunukan
- Pejabat Pemkab PPU Biasa Mark Up Harga
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id-
Seluruh pelajar di SMP 2 Nunukan mulai tahun ajaran baru ini
dilarang membawa handphone ke sekolah. Kepala SMP 2 Nunukan Gumolung Bonte
mengatakan, larangan ini diberlakukan mengingat pada tahun ajaran yang lalu
masih banyak siswa yang melanggar tata tertib. Tata tertib baru ini akan
disosialisasikan kepada orang tua murid masing-masing.
Dalam tata tertib yang lama, siswa diperbolehkan membawa handphone ke sekolah dengan catatan dinonaktifkan saat jam belajar. Pada kenyataannya, masih banyak siswa yang melanggar tata tertib yang mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.“Tahun ini tata tertibnya, tidak boleh lagi membawa handphone,” ujarnya.
Sebagai solusi terhadap persoalan itu, pihaknya akan menyediakan satu unit telepon umum yang dapat dimanfaatkan para siswa secara gratis. “Dengan sendirinya telepon umum tersebut bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk menghubungi orang tua mereka disaat jam pulang untuk menjemput atau ada keperluan yang mendesak,” ujarnya.
Ia mengatakan diwaktu mendatang selain menyediakan telepon umum gratis, pihak sekolah juga akan menyediakan handphone agar memudahkan siswa menghubungi orang tua mereka.
Dalam tata tertib yang lama, siswa diperbolehkan membawa handphone ke sekolah dengan catatan dinonaktifkan saat jam belajar. Pada kenyataannya, masih banyak siswa yang melanggar tata tertib yang mengakibatkan proses belajar mengajar terganggu.“Tahun ini tata tertibnya, tidak boleh lagi membawa handphone,” ujarnya.
Diakui, sebagian siswa memang memerlukan handphone
untuk menghubungi keluarga saat meminta dijemput pada jam pulang sekolah.
Sebagai solusi terhadap persoalan itu, pihaknya akan menyediakan satu unit telepon umum yang dapat dimanfaatkan para siswa secara gratis. “Dengan sendirinya telepon umum tersebut bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk menghubungi orang tua mereka disaat jam pulang untuk menjemput atau ada keperluan yang mendesak,” ujarnya.
Telepon tersebut juga bisa dihubungi orang
tua siswa yang secara mendadak ingin menghubungi anaknya jika ada keperluan.
Ia mengatakan diwaktu mendatang selain menyediakan telepon umum gratis, pihak sekolah juga akan menyediakan handphone agar memudahkan siswa menghubungi orang tua mereka.
Penulis : Niko Ruru
Editor : Fransina