A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

MUI Kaltim: Sering Terjadi Kekeliruan Pembayaran Zakat Fitrah - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Kaltim

MUI Kaltim: Sering Terjadi Kekeliruan Pembayaran Zakat Fitrah

Senin, 9 Juli 2012 20:50 WIB
MUI Kaltim: Sering Terjadi Kekeliruan Pembayaran Zakat Fitrah
Ilustrasi
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Pembayaran Zakat Fitrah jelang Hari Raya Idul Fitri telah menjadi kewajiban setiap umat Muslim. Namun, masih banyak tata cara pembayaran Zakat Fitrah yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Drs H Hamri Has, Senin (9/7/2012). Hamri menuturkan masyarakat Indonesia, khususnya Kaltim memiliki tradisi membayar Zakat Fitrah dengan uang.

"Zakat Fitrah itu yang dikumpulkan beras. Nah supaya praktis, tradisi warga kita biasa membawa uang saja untuk membeli beras ke Amil (penerima zakat)," jelas Hamri.

Kesalahan terjadi manakala, Amil menjual kembali beras yang sudah dibeli oleh si pembayar Zakat Fitrah sebelumnya. "Jadi jumlah berasnya tetap, tapi jumlah uangnya yang bertambah. Padahal, yang diniati orang berzakat Fitrah itu beras, meskipun dia bawa uang. Harusnya berasnya yang bertambah, bukan uang. Nah, kekeliruan ini yang sering terjadi," kata Hamri.

Hamri mengungkapkan, masalah kekeliruan dalam penerimaan Zakat Fitrah ini pernah dibahas di Rakordawil MUI se-Kalimantan 2010 lalu. Hasilnya, menyepakati tata cara pembayaran Fitrah tersebut menyalahi hukum dan syariat.

"Karena, barang yang boleh dijual itu harus barang milik pribadi si penjual. Bukan barang yang sudah dibeli orang kemudian dijual lagi. Ini sering terjadi salah paham," beber Hamri.

Himbauan ini kembali dikeluarkan MUI Kaltim agar pembayaran Zakat Fitrah yang dilakukan masyarakat memenuhi persyaratan sesuai syariat yang berlaku. "Supaya berzakat itu tidak sia- sia," tegasnya.
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas