Bupati Nunukan Lepas Tim Ekspedisi Khatulistiwa
Tribun Kaltim - Selasa, 10 Juli 2012 13:47 WITA
Berita Terkait
- Proyek Belum Dilelang, Kontraktor Lokal PPU Mulai…
- Raih 9 Emas, Nunukan Juara Umum Kejurda Panjat Tebing…
- Raih 9 Emas, Nunukan Juara Umum Kejurda Panjat Tebing
- Bupati Kutim Perlu Mendengarkan Kritik dengan Bijaksana
- Bupati Kutim Bakal Perkarakan Komentar di Jejaring…
- Bomber PSM Hijrah ke Mitra Kukar
- Bangunan Ruko di Jl Sudirman Balikpapan Tiba-tiba…
- Tokoh Senior Prihatin Fasilitas Panjat Tebing Nunukan
- Bebas Bersyarat dan Remisi di Nunukan Menunggu Permenkum…
- Satu Lagi Pejabat UPT Dispenda Nunukan jadi Tersangka
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id-
Bupati Nunukan Basri, Selasa
(10/7/2012) secara resmi melepas Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub Korwil 05
Kabupaten Nunukan. Upacara pelepasan dilaksanakan di Halaman Pos Lintas Batas
Lamijung, Kecamatan Nunukan.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa secara resmi diterima Bupati Nunukan pada 6 April 2012 dan selesai melaksanakan tugasnya Selasa hari ini.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa terbagi menjadi tiga tim besar meliputi Tim Penjelajah, Tim Peneliti dan Tim Komunikasi Sosial. Tim Peneliti dibagi lagi menjadi empat unit masing-masing Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam serta Unit Sosial Budaya. Sebanyak 107 personil terlibat dalam kegiatan tersebut di Kabupaten Nunukan. Mereka terdiri dari anggota TNI dari Kopassus Angkatan Darat, Marinir Angkatan Laut, Paskhas Angkatan Udara, Yonif 613/ Raja Alam Tarakan, Kodim 0911/Nunukan termasuk mahasiswa.
Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Koorwil 05 Nunukan Kapten Marinir Mardiono mengatakan, hingga berakhirnya tugas tim seluruh personil termasuk sipil dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah semuanya sehat. Termasuk sipil sebelumnya telah kita gembleng bersama, kita satukan visi dan misi, kita lakukan pelatihan selama dua minggu di Pusdikpassus, Situ Lembang, Bandung Barat,” ujarnya.
Selama melaksanakan tugasnya, mereka juga tak menemukan kendala yang begitu berarti. Semua persoalan dapat ditangani dengan mencari alternatif lain. Ia mencontohkan, ada beberapa lokasi yang blank spot yang tidak bisa terjangkau telepon seluler. Namun hal ini bisa disiasati dengan menggunakan telepon satelit maupun komunikasi menggunakan pesawat radio.
“Demikian juga adanya beberapa medan yang cukup menantang menjelang finish kemarin. Itu ada beberapa medan yang cukup menantang, medan terjal, jurang yang curam, rawa, namun hal ini bagi tim penjelajah kemarin bukan menjadi hambatan yang berarti. Justru ini menjadi pemacu semangat, kemudian untuk tim lain tidak ada hambatan yang cukup berarti,” ujarnya.
Mardiono mengatakan, meskipun telah dilepas Bupati Nunukan hari ini, namun Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub Korwil 05 Kabupaten Nunukan baru akan meninggalkan Nunukan pada Jumat (13/7/2012) mendatang. Pihaknya masih akan melakukanakan sejumlah kegiatan diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah.
“Kebetulan saat sekarang kita tahap penyelesaian, tahap pengakhiran. Kita lakukan pengumpulan data, kesimpulan akhirnya seperti apa ini masih dalam proses. Mudah-mudahan ini semuanya tercapai. Kalau gambaran awal, semuanya tercapai. Meskipun sampai saat ini masih dalam proses pengakhiran,” ujarnya.
Rencananya malam ini akan dilaksanakan resepsi perpisahan di Makodim 0911/Nunukan. pada Jumat mendatang tim akan bertolak ke Tarakan, selanjutnya dengan menggunakan hercules akan diterbangkan ke Bandung untuk berkumpul lagi dengan seluruh anggota Tim Ekspedisi Khatulistiwa di Pusdikpassus, Situ Lembang, Bandung Barat.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa secara resmi diterima Bupati Nunukan pada 6 April 2012 dan selesai melaksanakan tugasnya Selasa hari ini.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa terbagi menjadi tiga tim besar meliputi Tim Penjelajah, Tim Peneliti dan Tim Komunikasi Sosial. Tim Peneliti dibagi lagi menjadi empat unit masing-masing Unit Kehutanan, Unit Flora dan Fauna, Unit Geologi dan Potensi Bencana Alam serta Unit Sosial Budaya. Sebanyak 107 personil terlibat dalam kegiatan tersebut di Kabupaten Nunukan. Mereka terdiri dari anggota TNI dari Kopassus Angkatan Darat, Marinir Angkatan Laut, Paskhas Angkatan Udara, Yonif 613/ Raja Alam Tarakan, Kodim 0911/Nunukan termasuk mahasiswa.
Perwira Penerangan dan Sejarah Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 Sub Koorwil 05 Nunukan Kapten Marinir Mardiono mengatakan, hingga berakhirnya tugas tim seluruh personil termasuk sipil dalam keadaan sehat.
“Alhamdulillah semuanya sehat. Termasuk sipil sebelumnya telah kita gembleng bersama, kita satukan visi dan misi, kita lakukan pelatihan selama dua minggu di Pusdikpassus, Situ Lembang, Bandung Barat,” ujarnya.
Selama melaksanakan tugasnya, mereka juga tak menemukan kendala yang begitu berarti. Semua persoalan dapat ditangani dengan mencari alternatif lain. Ia mencontohkan, ada beberapa lokasi yang blank spot yang tidak bisa terjangkau telepon seluler. Namun hal ini bisa disiasati dengan menggunakan telepon satelit maupun komunikasi menggunakan pesawat radio.
“Demikian juga adanya beberapa medan yang cukup menantang menjelang finish kemarin. Itu ada beberapa medan yang cukup menantang, medan terjal, jurang yang curam, rawa, namun hal ini bagi tim penjelajah kemarin bukan menjadi hambatan yang berarti. Justru ini menjadi pemacu semangat, kemudian untuk tim lain tidak ada hambatan yang cukup berarti,” ujarnya.
Mardiono mengatakan, meskipun telah dilepas Bupati Nunukan hari ini, namun Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub Korwil 05 Kabupaten Nunukan baru akan meninggalkan Nunukan pada Jumat (13/7/2012) mendatang. Pihaknya masih akan melakukanakan sejumlah kegiatan diantaranya penyuluhan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah.
“Kebetulan saat sekarang kita tahap penyelesaian, tahap pengakhiran. Kita lakukan pengumpulan data, kesimpulan akhirnya seperti apa ini masih dalam proses. Mudah-mudahan ini semuanya tercapai. Kalau gambaran awal, semuanya tercapai. Meskipun sampai saat ini masih dalam proses pengakhiran,” ujarnya.
Rencananya malam ini akan dilaksanakan resepsi perpisahan di Makodim 0911/Nunukan. pada Jumat mendatang tim akan bertolak ke Tarakan, selanjutnya dengan menggunakan hercules akan diterbangkan ke Bandung untuk berkumpul lagi dengan seluruh anggota Tim Ekspedisi Khatulistiwa di Pusdikpassus, Situ Lembang, Bandung Barat.
Penulis : Niko Ruru
Editor : Fransina