Anis: Tak Ada Penindasan Kader di PKS
Tidak ada praktik penindasan dari pimpinan partai kepada kader PKS yang ingin tampil sebagai pemimpin negara selanjutnya.
"Sepanjang yang kita rasakan, kita di PKS tidak merasakan hal itu (penindasan)," kata Anis di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Hal itu dikatakan Anis ketika dimintai tanggapan pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bahwa pemimpin partai politik saat ini cenderung menindas orang lain, khususnya kader di bawahnya agar tidak bisa tampil menjadi pemimpin masa depan. Akhirnya, hanya tokoh-tokoh politik lama yang muncul mendekati pemilu 2014.
"Di dalam realitas kepartaian kita sekarang, pemimpin partai politik menindas orang lain yang ingin tampil sebagai bintang. Itu fakta di mana-mana," kata Mahfud.
Anis mempertanyakan parpol mana yang dimaksud Mahfud terjadi penindasan. Sebaiknya, kata Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu, pembinaan untuk menghasilkan calon pemimpin diserahkan ke masing-masing parpol.
"Saya kira dugaan (penindasan) seperti itu jauh lah. Kita di PKS punya mekanisme mendorong setiap orang untuk tampil. Enggak ada pemaksaan," kata Anis.
Ketika ditanya bagaimana proses seleksi di internal PKS, Anis menjelaskan, proses seleksi capres dilakukan oleh tim Lembaga Pelaksana Penokohan Kader (LPPK). Nantinya, akan dibuat daftar nama tokoh, baik dari internal maupun eksternal, yang layak dipertimbangkan untuk diusung menjadi capres atau cawapres.
"Variabel pengambilan keputusan nantinya banyak seperti tuntutan kader seperti apa, tuntutan publik secara umum, lalu melihat hasil survei-survei," pungkas Anis.