- Paser Dibekali 4 Strategi Penanggulangan Kemiskinan
- Sehari Polda Kaltim Ungkap Dua Kasus Solar Ilegal
- GOR Sungai Sembilang Nunukan Mulai Teraliri Listrik
- Demi Windows Phone, Microsoft Tawarkan 100.000 Dollar…
- Kutai Timur Bangun PLTS Rp1,2 Miliar
- Sudah 9 Jam Listrik Padam di Balikpapan, Samarinda,…
- Jeep Hardtop Community Paser Dibentuk
- Nunukan Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Pemilukada
- KAMMI Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM di Kantor…
- Kejari Penajam Bentuk Tim Tangani Kasus Helikopter
"Berarti SKB 3 menteri
tentang moratorium benar-benar tidak bisa diimplementasikan alias gagal
total, dan otomotis pada tanggal 3 Desember 2012 sebagai akhir
moratorium, tidak usah dicabut lagi oleh karena selama ini pemerintah
tidak pernah serius dalam implementasi moratorium ini," kata Koordinator
Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky
Khadafi kepada Tribunnews.com, Minggu(22/7/2012).
Kalau
memang serius, kata Uchok, seharusnya Kementerian Keuangaan sebagai
bendahara negara membatalkan semua program dan alokasi anggaran
kementerian atau lembaga yang pada tahun 2012 mempunyai program
penerimaan PNS. Akan tetapi pada kenyataannya, Kementerian Keuangan
justru ikut-ikutan membuka saringan masuk CPNS tahun 2012.
"Yang
lebih ironis, dan tidak tahu malu adalah perilaku Kementerian Keuangaan,
di mana menterinya sendiri yang ikut tandatangani dalam SKB tersebut,
tapi lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap SKB tersebut," jelasnya.
Uchok
menduga tetap dilaksanakannya seleksi CPNS tahun 2012 adalah untuk
melanggengkan praktek-praktek mafia PNS. Sebab, sudah sangat jelas
moratorium PNS baru akan berakhir pada 3 Desember 2012, namun tetap
dibuka dan dilaksanakan serentak pada 8 September 2012 mendatang.
"Dan,
tidak bisa dihentikan penerimaan PNS baru oleh karena adanya mafia PNS
ini. Setiap CPNS yang bisa lolos dan diterima masuk sebagai PNS harus
bayar uang pelicin dulu. Dan ini sangat merugikan masyarakat,"
pungkasnya.