• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Kaltim

Penertiban Pekat di Kutai Timur Terus Berjalan

Senin, 23 Juli 2012 21:44 WIB
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur terus bergerak untuk meminimalisir berbagai penyakit masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan.

Beberapa hal yang menjadi perhatian adalah aktivitas tempat hiburan malam (THM), aksi gelandangan dan pengemis (gepeng), juga penjualan petasan. Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Kutim, Sarwono Hidayat, Senin (23/7/2012).

"Untuk THM, kami menjalankan surat edaran Wakil Bupati Kutim bahwa mereka dilarang beraktifitas mulai H-7 Ramadhan sampai H+7 'Idul Fitri," katanya. Sejauh ini belum ada temuan pelanggaran. Untuk monitoring gabungan, Satpol PP bekerjasama dengan Polres Kutim dan Kesbangpol Linmas.

"Sejauh ini memang belum ada pelanggaran. Namun kami tetap pantau dengan cermat, karena umumnya pelanggaran berpotensi terjadi di pertengahan Ramadhan," katanya. Termasuk pula kemungkinan aktifitas secara "kucing-kucingan".

Contoh peristiwa besar terjadi tahun lalu di salah satu THM di Sangatta. Tidak hanya melanggar larangan beraktivitas, bahkan terbukti terjadi human trafficking terhadap empat anak di bawah umur. Kasus ini berujung hukuman pidana terhadap pemilik dan pengelola THM.

Adapun untuk gepeng, pihaknya juga melakukan penertiban intensif di samping penertiban reguler. "Bahkan sepekan sebelum Ramadhan, kami sudah melimpahkan sekitar delapan perkara untuk diproses tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Sangatta," katanya.

Tak hanya gepeng, beberapa peminta sumbangan untuk pembangunan masjid juga terkena tipiring. Terutama mereka yang meminta sumbangan masjid untuk kawasan luar Kutim atau terindikasi bermasalah.

Persoalan gepeng dan peminta sumbangan memang menjadi sorotan serius dari Satpol PP Kutim. Bahkan banyak gepeng yang dipulangkan ke daerah asalnya. Diduga kuat, ada sindikat yang mengatur aksi para gepeng.

"Karena itu, kami menghimbau bagi warga yang melihat ada rumah penampungan gepeng atau mengetahui adanya sindikat, silakan melapor pada kami. Diduga kuat memang ada dalang atau sindikat yang mengatur aksi mereka," katanya.

Adapun terkait petasan, sudah dilakukan penertiban sejak H-3 Ramadhan. "Yang ditoleransi adalah kembang api. Kalau mercon dan sejenisnya yang menimbulkan ledakan tidak diperbolehkan. Bagi yang melihat ada yang mengedarkan, silakan melapor pada kami," katanya. (khc)


Waspada Kebakaran
KEPALA Operasional UPT Pemadam Kebakaran Pemkab Kutim, Romi Ramadian, menghimbau warga Kutim untuk mengantisipasi dini bahaya kebakaran. Karena berdasarkan pengalaman, banyak juga terjadi kebakaran di bulan Ramadhan akibat kelalaian warga.

"Ketika warga keluar rumah untuk tarawih, tolong pastikan tidak ada api yang menyala di rumah. Potensi lain adalah ketika lupa mematikan api saat memanaskan makanan di malam hari atau menjelang sahur," katanya. Kewaspadaan warga akan meminimalisasi resiko kebakaran.

Belum lama ini, PMK Kutim juga terlibat aktif dalam operasi gabungan pencarian korban tenggelam di Sungai Sangatta. "Kami menghimbau, apapun aktivitas warga, utamakan keselamatan atau safety first," katanya.
Penulis: Kholish Chered
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
36424 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas