A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bandara Tanjung Bara Sulit Diperluas, Pesawat pun Diganti - Tribun Kaltim
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Kaltim

Bandara Tanjung Bara Sulit Diperluas, Pesawat pun Diganti

Selasa, 24 Juli 2012 19:30 WIB
SANGATTA, tribunkaltim.co.id - Peningkatan skala penerbangan dari dan menuju Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, merupakan kebutuhan yang kian mendesak. Hal ini karena belum adanya penerbangan komersial, namun sebatas penerbangan khusus oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Terkait hal ini, sedang dijajaki pemanfaatan bandara khusus Tanjung Bara KPC untuk penerbangan komersial perintis. General Manager External Affair and Sustainable Development KPC, Huseinsyah Akma, Selasa (24/7/2012), mengatakan pihaknya masih mengkaji aspek legal pemanfaatan bandara khusus KPC untuk komersial.

Adapun untuk kemungkinan perluasan bandara Tanjung Bara, Husein menyebutnya bakal sulit dan mahal. Hal ini karena bandara di sebelah utara berbatasan dengan laut, selatan dengan jalan, dan arah lain dengan rawa dan lapangan golf.

"Beberapa tahun lalu juga sempat ada penerbangan Sangatta Air, namun tutup dalam beberapa bulan," katanya. Pihaknya justru lebih mendorong agar Pemkab Kutim memaksimalkan pengembangan bandara Sangkima.

"Kami lebih mendorong pengembangan bandara Sangkima. Selain sudah pernah dikembangkan (oleh Pertamina, red), dari sisi luas juga memungkinkan didarati pesawat jet. Namun memang ada kendala status Taman Nasional Kutai (TNK)," katanya.

Ia pun menginformasikan, pesawat yang mendarat di Tanjung Bara sudah beralih dari jenis Cassa berkapasitas 22 orang menjadi Twin Otter berkapasitas 16 orang dalam dua bulan terakhir. Bahkan barang penumpang sering dikirimkan lewat darat.

"Sekarang penggunaan Cassa dialihkan ke Twin Otter. Artinya kapasitas penumpang semakin sedikit. Karena itu kami mendorong pengembangan bandara Sangkima. Segmentasi pasar sangat besar, terutama dari karyawan KPC dan perusahaan kontraktornya," katanya.

Sebelumnya, pekan lalu digelar pertemuan yang dipimpin Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim, Ismunandar, dan dihadiri Sekretaris Dishubkominfo Kutim, Muchtar, Kasi Udara, Chairuddin, Kepala Bandara Temindung, Aritonang, dan sejumlah staf serta unsur manajemen KPC.

Ismunandar mendorong rencana pengembangan penerbangan perintis Sangatta-Balikpapan, Sangatta-Samarinda, serta Sangatta-Mamuju. Jika itu terealisasi, akan sangat membantu pemerintah dan masyarakat Kutim, maupun investor yang datang ke daerah ini.

Sebab, dengan jarak tempuh Sangatta-Balikpapan yang mencapai sekitar 7 hingga 8 jam melalui jalan darat, akan sangat melelahkan. Dengan menggunakan pesawat, tentunya akan lebih efisien. Selain itu, penerbangan perintis yang relatif murah pasti diminati masyarakat.

"Kita harapkan KPC bisa meminjampakaikan lapangan itu, sambil menunggu pembenahan pembangunan Bandara Sangkima. Kita masih menunggu pinjam pakai lahan ke Menteri Kehutanan guna membangun bandara Sangkima itu, lantaran lokasinya terletak di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK)," kata Ismunandar.

Kepala Bandara Temindung, Aritonang , menjelaskan, rencana penerbangan perintis di Sangatta ini selain menjadi prioritas penanganan, juga sudah masuk ke pemerintah pusat dan berada di meja Wakil Presiden RI. "Saya sudah empat kali ke sini untuk mengadakan rapat. Mudah-mudahan ini membawa hasil yang positif," katanya.

Selain Sangatta, yang menjadi perhatian untuk penerbangan perintis adalah di Muara Wahau, karena banyak masyarakat di daerah itu juga memerlukannya. Ia menilai, Kutim memiliki nilai ekonomi dan potensi tinggi untuk pengembangkan penerbangan perintis di masa mendatang.
Penulis: Kholish Chered
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
36481 articles 6 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas