Tribun Batam
Disdik Samarinda Pasang 500 Titik Wifi
Tribun Kaltim - Kamis, 26 Juli 2012 20:46 WITA
Share |
disdik.JPG
doan pardede/tribun kaltim
Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda melakukan gebrakan baru dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pemasangan 500 titik wifi dengan PT Telkomsel yang dilangsungkan di kantor Disdik Samarinda, Kamis (26/7/2012).
SAMARINDA, tribunkaltim.co.id -  Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda melakukan gebrakan baru dengan menandatangani Memorandum of  Understanding (MoU) pemasangan 500 titik wifi dengan PT Telkomsel yang dilangsungkan di  kantor Disdik Samarinda, Kamis (26/7/2012).

Penadatanganan MoU ini dilakukan oleh Plt Kadisdik Samarinda Erham Yusuf dan General Manager PT Telkomsel Widjajanto Budi Sulistijo disaksikan Kadisdik Kaltim Musyahrim dihadapan pejabat disdik dan kepala - kepala sekolah di Samarinda.

"Kemampuan menguasai dunia harus dimiliki setiap siswa mulai dari SD, SMP dan SMA. 500 titik ini akan disebar di Disdik, UPTD dan sekolah dari SD sampai SMA. Ini akan memberikan kontribusi yang besar, efisiensi pembiayaan pendidikan. Sekolah yang tadinya harus mengadakan sendiri, sekarang tidak lagi dan mengurangi biaya operasional sekolah," kata Erham Yusuf.

Kedepannya, fasilitas wifi ini, akan sangat mendukung program disdik Samarinda untuk mengembalikan Buku Sekolah Elektronik (BSE) sebagai buku pedoman, pegangan wajib di sekolah. Saat ini dari hampir 1.000 judul buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh pemerintah pusat dan baru sekitar 400 judul yang dicetak.

"Wifi ini memudahkan sekolah mengunduh buku-buku tersebut. Membantu disdik mencapai visi dan misinya. Kita akan berhadapan dengan sekolah dalam menyediakan buku elektronik. Karena minimal sekolah sudah siap, disaat kita melarang penjualan buku maka sekolah harus sudah siap," paparnya.

Erham juga tidak memungkiri bahwa gebrakan ini bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, dukungan Disdik Provinsi Kaltim mutlak diperlukan. Terutama untuk launching program BSE di sekolah-sekolah. Setiap sekolah negeri dan swasta menurutnya akan ditempatkan 1 titik wifi termasuk juga PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang ada di Samarinda.

"Kita berharap provinsi menjadi sponsor launching BSE di sekolah. BSE sudah saya sosialisasikan ke kepala sekolah dan pada prinsipnya mereka mendukung. Hanya saja kita mencari moment yang tepatuntuk me-launching. Penempatan 500  wifi, salah satu indikatornya adalah sekolah terjangkau oleh jaringan Telkom," katanya.

Terkait permintaan beberapa pihak agar disdik juga menyediakan fasilitas print out dan kemudahan lainnya untuk kelancaran pemakaian BSE, menurutnya hal itu akan dikomunikasikan dengan pemerintah provinsi.

"Tadi saya sudah komunikasikan ke Provinsi untuk mendapat dukungan dari mereka. Artinya, sebelum kita mewacanakan BSE, kita harus juga mengevaluasi diri kita. Apakah kita siap, terus kalau belum siapa apa dukungan dari provinsi, kita komunikasikan. Atau bisa kita siasati dengan cara bagaimana. Bisa saja setiap sekolah nanti kita harapkan menyiapkan semacam perangkat komputer lengkap dengan printer dan kertasnya, bisa saja," katanya.

Sementara itu, Wijianto Budi Sulistyo, General Manager PT Telkom mengatakan bahwa program ini dilatarbelakangi keinginan Dirut Telkom, Arief Yahya yang sangat memperhatikan dunia pendidkan di Indonersia dan menjanjikan menggelar wifi di 100 ribu sekolah diseluruh Indonesia pada 2014. Adapun tujuan dari MoU ini menurutnya agar pemasangan wifi di seluruh sekolah bisa seragam satu sama lain.

"Puncaknya pada tanggal 10 Agustus 2012 ini akan ada peluncuran yang dilakukan oleh Mendiknas. Peluncuran itu dalam rangka hari tekhnologi nasional. Skemanya adalah, Telkom bertanggungjawab dalam penggelaran dan pemasangan wifi di sekolah - sekolah. Untuk sementara ini, di dalam MoU tahap awal ada 500 titik wifi. Untuk tahap I di Kaltim ada di Samarinda. Yang ditawarkan Telkom adalah penggelaran infrasruktur wifi," katanya.

Penulis : Doan E Pardede
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim