Rabu, 10 Juni 2026

KPC Bantu Tandon dan Suplai Air di RT 27 Singa Gembara

Masalah air bersih dan air minum yang menjadi kendala bagi warga RT 27, Kilometer 10 Jalan Ruas Bengalon, Desa Singa Gembara, kini mulai teratasi.

Tayang:
zoom-inlihat foto KPC Bantu Tandon dan Suplai Air di RT 27 Singa Gembara
Tribunkaltim/Kholis
Melalui program Corporate Social Responsiblity (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC), sebanyak 10 buah tandon telah terpasang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum. KPC juga akan membantu suplai air bersih selama enam bulan.
SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Masalah air bersih dan air minum yang menjadi kendala bagi warga RT 27, Kilometer 10 Jalan Ruas Bengalon, Desa Singa Gembara, kini mulai teratasi. 

Melalui program Corporate Social Responsiblity (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC), sebanyak 10 buah tandon telah terpasang untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum. KPC juga akan membantu suplai air bersih selama enam bulan.

”Selama ini kami gunakan air sungai dekat perkampungan ini. Namun harus diendapkan selama satu malam dulu sebelum digunakan karena agak kotor. Sekarang, tidak perlu lagi karena KPC telah membantu suplai air dan membangun tandon,” kata H. Ramsyah, tokoh masyarakat RT 27, Singa Gembara.

Bantuan air di RT 27 yang didiami oleh sekitar 200 orang penduduk itu, lanjut Ramsyah, sangat membantu masyarakat. Sebab menurutnya, selama ini warga mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan air bersih dan air minum. Biaya itu menyangkut pipanisasi dari sungai, obat air dan tempat penampungan. 

”Kami berterima kasih kepada KPC karena bantuan air ini meringankan beban biaya hidup kami. Apalagi warga kami ini mayoritas petani dengan penghasilan rendah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Setiono, salah satu tokoh masyarakat RT 27 Singa Gembara. Menurut Setiono, suplai air bersih dari KPC sangat membantu secara ekonomi. Sebab menurutnya, pengeluaran masyarakat RT 27 cukup tinggi pada bidang yang lainnya. Antara lain, beli genset, bahan bakar genset, transportasi anak sekolah yang lokasinya jauh dari perkampungan dan lainnya. 

Setiono dan H. Ramsyah berharap, kerjasama dengan KPC ini terus berlanjut. ”Kita harapkan ada kerjasama yang berkelanjutan. Kami warga RT 27 sangat membutuhkan adanya kerjasama dengan berbagai pihak,” katanya.

Acting Superintendent Community Support, Felly Lung, saat supervisi proyek air bersih di RT 27 mengatakan, dalam enam bulan ke depan, KPC akan terus mensuplai air untuk kebutuhan RT 27. Rencananya suplai air akan dilakukan secara rutin dua hari sekali.

Selanjutnya pengelolaan air akan dilakukan melalui lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Singa Gembara. ”Dalam enam bulan kita suplai airnya. Setelah itu dikelola melalui BUM Des sehingga nantinya warga bisa mandiri dan sebagian penghasilan bisa masuk ke kas desa,” ujar Felly.

Kepala Desa Singa Gembara Yohanes Toding Datu mengatakan, pihaknya siap jika memang air RT 27 akan dikelola BUM Des Singa Gembara. Menurut Jhon, panggilan akrab Yohanes Toding Datu, proyek air RT 27 ini adalah proyek lanjutan setelah KPC menyelesaikan proyek pipanisasi di Desa Singa Gembara. ”Kami menganggap ini adalah proyek lanjutan, sebab sebelum ini, KPC telah membangun pipanisasi air bersih di Desa Singa Gembara,” kata Jhon.

Selain sinergi dalam penyediaan air bersih, Jhon menilai KPC juga melakukan banyak hal lain di Desa Singa Gembara dan Kota Sangatta pada umumnya. Untuk Singa Gembara sendiri, lanjut Jhon, berupa pembangunan SD dan SMP, pengerasan jalan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAB) yang dikerjakan oleh LAPI ITB, sinergi pembangunan Polmas, halte bus dan lainya.
Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved