Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Syofia Dasmauli, Selasa, menyebutkan, permeriksaan jentik nyamuk tersebut bertujuan untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk ’aedes aegypti’.
“Curah hujan tinggi berpotensi meningkatnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena nyamuk ’aedes aegypti’ pembawa wabah DBD mudah berkembang biak,” kata dia
Dia menyebutkan, cara yang paling ampuh memutus mata rantai nyamuk pembawa wabah DBD hanya dengan 3M yakni menguras bak mandi, menutup bak penampungan air, dan mengubur kelang bekas.
“Fogging hanya dapat memutus mata rantai nyamuk dewasa tidak terhadap jentik nyamuk. Untuk itu, 3M tersebut sangat penting dilakukan agar nymuk tidak dapat berkembang biak,” kata dia.
Saat ini Dinas Kesehatan terus berupaya menciptakan kesadaran dari warga untuk membasmi nyamuk pembawa wabah DBD dengan 3M.
Meski belum banyak dilaksanakan warga, kata dia, pihaknya akan terus menyosialisasikan pemberantasan nyamuk dengan 3M itu.
Menurut dia, pihaknya telah melakukan penaburan bubuk abet pada bak penampungan air warga yang dilakukan secara periodik.
Da berharap warga agar menjaga kebersihan lingkungan, karena nyamuk pembawa DBD mudah bersarang di pakaian yang bergantungan di dalam kamar, bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah, bukan di got atau comberan.
“Bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung dan perangkap semut merupakan tempat yang sangat disukai nyamuk ’aedes aegypti’ untuk hidup dan berkembang biak,” katanya.sumber: sehatnews