BI Balikpapan Siapkan Uang Kartal Rp 1,3 Triliun
Tribun Kaltim - Jumat, 3 Agustus 2012 20:18 WITA
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Meningkat dari jumlah yang disiapkan tahun lalu, Bank Indonesia Balikpapan menyiapkan uang kartal sekitar Rp 1,3 triliun selama bulan Ramadhan tahun ini.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Tutuk SH Cahyono didampingi Achmad Koesnanto Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI mengungkapkan, jumlah uang kartal yang disiapkan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan bulan ramadhan tahun lalu.
"Hingga 2 Agustus 2012, outflow ke bank-bank baru mencapai 30 persen dari transaksi tahun lalu atau baru mencapai Rp 300 miliar," kata kata Achmad, saat temu wartawan di Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Jumat (3/8).
Untuk penukaran uang juga baru mencapai 30 persen dari prediksi penukaran mencapai Rp 42,9 miliar. Pada tahun lalu, jumlah penukaran uang mencapai Rp 42,9 miliar dan tahun ini diprediksi sama seperti tahun lalu. "Saat ini penukaran masih berkisar Rp 12,7 miliar atau sekitar 30 persen. Namun nanti saat pertengahan puasa tepatnya minggu ke tiga puasa akan menjadi masa puncak penukaran uang," paparnya.
Selain di Bank Indonesia, penukaran uang kini sudah bisa dilakukan di 24 bank umum di kota Balikpapan diantaranya Bank Mandiri, BPD Kaltim, BCA, BNI, BRI BTN, BII, Bank Muamalat dan Bank Permata.
"Ini untuk memudahkan masyarakat dalam penukaran uang. Selain di kota Balikpapan, kami juga telah menjalin kerjasama dengan semua bank di Paser dan rencananya juga di PPU dan Batu Kajang," ujarnya.
Selain bank, BI juga menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga keuangan seperti pegadaian dan Kantor Pos untuk penukaran uang menjelang Lebaran. "Untuk saat ini, uang Rp 5.000 dan Rp 10.000 menjadi nominal favorit," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Achmad menyampaikan dalam bulan ramadhan ini, peredaran uang palsu perlu diwaspadai karena mulai terlihat peningkatan peredaran uang palsu. Hingga Juli 2012, terdata sebanyak 108 uang palsu dan jumlah ini meningkat, dibandingkan tahun lalu sebanyak 36 lembar selama setahun.
Tahun lalu, uang palsu nominal 100.000 hanya 12 lembar namun tahun ini sudah mencapai 103 lembar. Sedangkan untuk nominal 50.000 hanya empat lembar dan satu lembar nominal 5.000.
"Tahun lalu, uang palsu nominal 50.000 sebanyak 21 lembar dan nominal 20.000 sebanyak dua lembar dan nominal 5.000 sebanyak 1 lembar. Tetapi hingga Juli 2012, justru nominal 50.000 menurun dan paling banyak nominal 100.000," paparnya. (*)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan Tutuk SH Cahyono didampingi Achmad Koesnanto Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI mengungkapkan, jumlah uang kartal yang disiapkan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan bulan ramadhan tahun lalu.
"Hingga 2 Agustus 2012, outflow ke bank-bank baru mencapai 30 persen dari transaksi tahun lalu atau baru mencapai Rp 300 miliar," kata kata Achmad, saat temu wartawan di Kantor Perwakilan BI Balikpapan, Jumat (3/8).
Untuk penukaran uang juga baru mencapai 30 persen dari prediksi penukaran mencapai Rp 42,9 miliar. Pada tahun lalu, jumlah penukaran uang mencapai Rp 42,9 miliar dan tahun ini diprediksi sama seperti tahun lalu. "Saat ini penukaran masih berkisar Rp 12,7 miliar atau sekitar 30 persen. Namun nanti saat pertengahan puasa tepatnya minggu ke tiga puasa akan menjadi masa puncak penukaran uang," paparnya.
Selain di Bank Indonesia, penukaran uang kini sudah bisa dilakukan di 24 bank umum di kota Balikpapan diantaranya Bank Mandiri, BPD Kaltim, BCA, BNI, BRI BTN, BII, Bank Muamalat dan Bank Permata.
"Ini untuk memudahkan masyarakat dalam penukaran uang. Selain di kota Balikpapan, kami juga telah menjalin kerjasama dengan semua bank di Paser dan rencananya juga di PPU dan Batu Kajang," ujarnya.
Selain bank, BI juga menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga keuangan seperti pegadaian dan Kantor Pos untuk penukaran uang menjelang Lebaran. "Untuk saat ini, uang Rp 5.000 dan Rp 10.000 menjadi nominal favorit," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Achmad menyampaikan dalam bulan ramadhan ini, peredaran uang palsu perlu diwaspadai karena mulai terlihat peningkatan peredaran uang palsu. Hingga Juli 2012, terdata sebanyak 108 uang palsu dan jumlah ini meningkat, dibandingkan tahun lalu sebanyak 36 lembar selama setahun.
Tahun lalu, uang palsu nominal 100.000 hanya 12 lembar namun tahun ini sudah mencapai 103 lembar. Sedangkan untuk nominal 50.000 hanya empat lembar dan satu lembar nominal 5.000.
"Tahun lalu, uang palsu nominal 50.000 sebanyak 21 lembar dan nominal 20.000 sebanyak dua lembar dan nominal 5.000 sebanyak 1 lembar. Tetapi hingga Juli 2012, justru nominal 50.000 menurun dan paling banyak nominal 100.000," paparnya. (*)
Penulis : Maipah
Editor : Sumarsono