Minggu, 23 November 2014
Tribun Kaltim

Simpanan Dijamin LPS Maksimal Rp 2 Miliar

Selasa, 7 Agustus 2012 16:00 WIB

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menghimbau masyarakat untuk memperhatikan tingkat suku bunga untuk dana yang disimpan di bank, agar klaim penjaminan dana tetap aman sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono mengatakan ada dua kriteria yang perlu diperhatikan oleh nasabah mengenai program penjaminan simpanan yakni maksimum tingkat suku bunga sesuai dengan yang ditetapkan serta maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS.


"Sesuai ketentuan LPS, apabila tingkat bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah melebihi tingkat bunga wajar, maka simpanan nasabah tidak layak bayar jika suatu saat bank dicabut izin usahanya oleh Bank Indonesia. Untuk itu, bank diharuskan memberitahukan mengenai tingkat bunga wajar yang berlaku kepada nasabahnya," kata Tutuk.


Saat ini, suku bunga simpanan yang dijamin oleh LPS sebesar 5,5 persen.. Sementara besaran dana  simpanan maksimal yang dijamin LPS sebesar Rp2 miliar.


Selain itu, bank juga diminta mewajibkan nasabah yang menerima bunga di atas tingkat suku bunga wajar dan nasabah yang memiliki nilai simpanan di atas nilai maksimum yang dijamin LPS, untuk menandatangani surat pernyataan, yang berisi klausul kesediaan nasabah untuk menerima resiko simpanannya tak layak dibayar jika bank dicabut izin usahanya.


Pelaksanaan pengumuman dan pembuatan surat pernyataan tersebut sejalan dengan Peraturan BI No 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah.


Dalam aturan itu Bank Umum dan BPR, termasuk kantor cabang bank asing diwajibkan menyediakan informasi tertulis kepada nasabah mengenai karakteristik produk bank, diantaranya manfaat dan resiko yang melekat pada produk bank dan program penjaminan terhadap produk bank yang terkait dengan penghimpunan dana.


Sekadar diketahui, dari total simpanan 46 bank yang dilikuidasi sejak tahun 2006 hingga 2011, yaitu sebesar Rp 1,07 triliun, hanya sebesar Rp 0,87 triliun yang simpanannya layak dibayarkan kepada nasabah. Artinya hampir 20 persen dari dana nasabah bank yang dimaksud tidak dijamin oleh LPS.


Berkenaan dengan itu, maka perbankan yang dijamin LPS diwajibkan untuk menempatkan pengumuman pada pada seluruh kantor bank yang dapat diketahui dengan mudah oleh nasabah penyimpan, baik mengenai maksimum tingkat suku bunga yang ditetapkan LPS dan maksimum nilai simpanan yang dijamin.


Dalam kesempatan sama, Tutuk menyampaikan ada beberapa ketentuan LPS yang tidak banyak diketahui oleh nasabah, yakni klaim penjaminan dinyatakan tidak layak bayar apabila berdasarkan hasil rekonsiliasi atau verifikasi nasabah penyimpan merupakan pihak yang diuntungkan secara tidak wajar.


Pihak yang diuntungkan secara tidak wajar artinya apabila nasabah  memperoleh tingkat bunga melebihi tingkat bunga yang dianggap wajar yang ditetapkan LPS, tingkat bunga yang diperoleh termasuk pemberian uang yang diterima nasabah penyimpan berkaitan dengan kegiatan penghimpunan dana, dan hadiah dari program promosi penghimpunan dana yang dilakukan bank melalui undian berhadiah yang pelaksanaannya sesuai ketentuan berlaku tidak termasuk sebagai bunga. 
Penulis: Maipah
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas