Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026

Bashar Didukung Iran, Militer Gempur Gerilyawan di Aleppo

Iran telah menawarkan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad sementara pasukannya berusaha menaklukkan gerilyawan di Kota Aleppo.

Tayang:
zoom-inlihat foto Bashar Didukung Iran, Militer Gempur Gerilyawan di Aleppo
(REUTERS/Zohra Bensemra)
Seorang anggota Tentara Pembebasan Suriah beristirahat di distrik al Sukkari, Aleppo, Suriah, Minggu (29/7).
ALEPPO, tribunkaltim.co.id- Iran telah menawarkan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad sementara pasukannya berusaha menaklukkan gerilyawan di Kota Aleppo, Suriah utara.

Bashar berusaha memulihkan wewenangnya setelah mengalami kemunduran besar dalam protes 17-bulan dengan puncaknya pembelotan perdana menterinya pada Senin (6/8).

Ia tampil di TV dalam pertemuan Selasa dengan seorang pejabat senior dari sekutu utamanya di wilayah tersebut.

Itulah tayangan pertama pemimpin yang berusia 46 tahun itu selama dua pekan.

Penampilan itu isiarkan sehari setelah perdana menteri baru sementara ditayangkan televisi sedang memimpin pertemuan kabinet yang diselenggarakan secara tergesa-gesa.

Penayangan tersebut diduga untuk membantah laporan bahwa menteri lain telah membelot bersama dengan perdana menteri Riyad Hijab.

Saeed Jalili, pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Iran takkan membiarkan kemitraan eratnya dengan pemimpin Suriah terguncang oleh aksi perlawanan dan permusuhan eksternal, demikian laporan Reuters di Jakarta, Rabu pagi.

"Iran takkan membiarkan poros perlawanan, dan Suriah dianggap sebagai bagian penting, pecah karena apa pun," kata Jalili sebagaimana dikutip televisi Suriah.

"Poros perlawanan" merujuk kepada persekutuan anti-Israel Iran yang berpaham Syiah dengan penguasa Suriah, kelompok Alawi, salah satu cabang aliran Syiah, dan kelompok gerilyawan Syiah di Lebanon, Hizbullah, yang terlibat perang satu bulan melawan Israel pada 2006, dengan dukungan Iran dan Suriah.

Damaskus dan Teheran menganggap negara Suni di Teluk dan Turki --semuanya sekutu Amerika Serikat dan Eropa-- bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Suriah dengan mendukung gerilyawan Sunni.

Negara Barat yang bersimpati pada gerilyawan prihatin kelompok anti-Barat dapat meraih keuntungan dari kemenangan pasukan anti-Bashar.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan Jalili memberitahu Bashar bahwa Iran siap memberi bantuan kemanusiaan kepada Suriah.

Dalam satu kunjungan untuk memperbaiki hubungan ke Turki, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan ia ingin bekerja sama dengan Ankara guna menyelesaikan krisis tersebut.

Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan menggambarkan sebagai "mengkhawatirkan" komentar yang dikeluarkan Senin (6/8) oleh jenderal senior Teheran, yang menyalahkan Turki, Arab Saudi dan Qatar atas pertumpahan darah di Suriah.
Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved