Mahasiswa UMY Kenalkan Batik di Korsel
"Pertukaran pelajar itu mengangkat tema budaya, sehingga batik sebagai identitas dari Indonesia, yang diakui UNESCO, dipilih untuk dikenalkan
"Pertukaran pelajar itu mengangkat tema tentang budaya, sehingga
batik sebagai identitas dari Indonesia, yang diakui UNESCO, dipilih
untuk dikenalkan kepada seluruh peserta yang berasal dari sejumlah
negara," kata Kepala Biro Humas dan Protokol (BHP) Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tunjung Sulaksono di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, pertukaran pelajar ini diikuti dua mahasiswa UMY yakni
mahasiswa International Program for lslamic Economic and Finance
(IPIEF) Fakultas Ekonomi (FE) Febryan Mujahid Panatagama, dan mahasiswa
International Program of Law and Sharia (IPoLS) Fakultas Hukum (FH) Ria
Haryanti.
"Mereka berhasil mendapatkan beasiswa dari Daegu Health College
setelah bersaing dengan sekitar 80 mahasiswa UMY lainnya yang
mendaftarkan diri. UMY merupakan salah satu universitas di Indonesia
yang mendapat undangan langsung dari Daegu Health College," katanya.
Febryan mengatakan dirinya dan Ria sepakat membawa batik sebagai
alat promosi kebudayaan khas Indonesia di Daegu. Batik yang dipromosikan
tidak hanya khas Yogyakarta, tetapi juga batik Indonesia secara
keseluruhan yang khas, seperti dari Solo dan Pekalongan.
"Penggunaan batik sebagai busana menjadi metode kami dalam
mempromosikan batik kepada partisipan lain yang ikut dalam program
tersebut, selain melalui presentasi. Batik akan kami pakai dalam
rangkaian kegiatan formal, sedangkan saat apresiasi kebudayaan dari
masing-masing peserta, kami akan mempresentasikan seluk beluk batik
Indonesia," katanya.
Ria mengatakan batik yang nanti ditampilkan di Daegu diharapkan
bisa mengukuhkan Indonesia sebagai negeri yang kaya keragaman budayanya.
"Budaya Indonesia memang sangat banyak dan beragam, tetapi batik
merupakan salah satu budaya yang ada di setiap daerah di Indonesia,
dengan motif, warna, dan jenisnya masing-masing yang khas dan spesifik,"
katanya.