Masjid Diserang, Tiga Orang Tewas
Tribun Kaltim - Kamis, 9 Agustus 2012 10:21 WITA
ABUJA, tribunkaltim.co.id - Tiga
orang tewas dalam serangan oleh sejumlah orang bersenjata di sebuah
masid di Okene, Nigeria tengah, Selasa (7/8), sehari setelah penembakan
di sebuah gereja di kota yang sama menewaskan 19 orang, kata polisi,
Rabu.
"Ada serangan baru kemarin di sebuah masjid di Okene. Dua prajurit dan satu orang lain tewas dalam tembak-menembak," kata Komisaris Polisi Negara Bagian Kogi, Muhammed Katsina, kepada Reuters.
Hari Senin, orang-orang bersenjata memblokade pintu keluar Deeper Life Church dan melepaskan tembakan ke arah umat yang terperangkap di dalam gereja itu. Sebanyak 19 orang tewas. Jumlah kematian awal dalam serangan itu 16, tetapi tiga orang lagi tewas di rumah sakit, kata pihak berwenang.
Gubernur Kogi Idris Wada memerintahkan pemberlakuan jam malam di Okene dan daerah-daerah sekitarnya dalam upaya mengendalikan kekerasan. Tidak jelas siapa yang mendalangi serangan-serangan itu. Namun kelompok militan Boko Haram menyerang sejumlah gereja dan masjid sepanjang tahun ini. Boko Haram, yang disebut AS sebagai sebuah organisasi teroris asing, mendalangi penembakan dan pemboman hampir setiap hari di Nigeria timur laut.
Pada 30 Juli, serangan bom bunuh diri di dua kantor polisi menewaskan sedikitnya dua orang di Sokoto, kota bersejarah Islam di Nigeria. Kelompok radikal Nigeria telah lama menegaskan kebencian mereka pada para ulama tradisional Nigeria, dengan alasan mereka mengkhianati agama mereka dengan mematuhi pemerintah sekular negara itu.
Boko Haram menyatakan ingin mendirikan sebuah negara Islam di wilayah utara Nigeria, dimana pada zaman sebelum penjajahan terdapat kesultanan Islam yang berpusat di Sokoto. Dua pemimpin Nigeria, mantan Presiden Olusegun Obasanjo dan mantan penguasa militer Ibrahim Babangida, menyerukan perundingan untuk mengakhiri kekerasan mematikan Boko Haram, dalam sebuah pernyataan bersama yang langka antara kedua tokoh yang dulu pernah menjadi saingan itu.
Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim kelompok muslim garis keras Boko Haram.
"Ada serangan baru kemarin di sebuah masjid di Okene. Dua prajurit dan satu orang lain tewas dalam tembak-menembak," kata Komisaris Polisi Negara Bagian Kogi, Muhammed Katsina, kepada Reuters.
Hari Senin, orang-orang bersenjata memblokade pintu keluar Deeper Life Church dan melepaskan tembakan ke arah umat yang terperangkap di dalam gereja itu. Sebanyak 19 orang tewas. Jumlah kematian awal dalam serangan itu 16, tetapi tiga orang lagi tewas di rumah sakit, kata pihak berwenang.
Gubernur Kogi Idris Wada memerintahkan pemberlakuan jam malam di Okene dan daerah-daerah sekitarnya dalam upaya mengendalikan kekerasan. Tidak jelas siapa yang mendalangi serangan-serangan itu. Namun kelompok militan Boko Haram menyerang sejumlah gereja dan masjid sepanjang tahun ini. Boko Haram, yang disebut AS sebagai sebuah organisasi teroris asing, mendalangi penembakan dan pemboman hampir setiap hari di Nigeria timur laut.
Pada 30 Juli, serangan bom bunuh diri di dua kantor polisi menewaskan sedikitnya dua orang di Sokoto, kota bersejarah Islam di Nigeria. Kelompok radikal Nigeria telah lama menegaskan kebencian mereka pada para ulama tradisional Nigeria, dengan alasan mereka mengkhianati agama mereka dengan mematuhi pemerintah sekular negara itu.
Boko Haram menyatakan ingin mendirikan sebuah negara Islam di wilayah utara Nigeria, dimana pada zaman sebelum penjajahan terdapat kesultanan Islam yang berpusat di Sokoto. Dua pemimpin Nigeria, mantan Presiden Olusegun Obasanjo dan mantan penguasa militer Ibrahim Babangida, menyerukan perundingan untuk mengakhiri kekerasan mematikan Boko Haram, dalam sebuah pernyataan bersama yang langka antara kedua tokoh yang dulu pernah menjadi saingan itu.
Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim kelompok muslim garis keras Boko Haram.
Editor : Fransina
Sumber : Kompas.com