Tribun Batam
Dua Orang Tewas dan Lima Bangunan Terbakar di Kampung Baru Balikpapan
Tribun Kaltim - Sabtu, 11 Agustus 2012 07:55 WITA
Share |
20120811ami001_Kebakaran_Kampung_Baru_Balikpapan_TribunKaltim1.jpg
tribun kaltim/fachmi rachman
Petugas dan warga bahu-membahu memadamkan api yang berkobar di Jl Walter Monginsidi RT 49 Kampung Baru Ujung Balikpapan, Sabtu (11/8) dini hari. Selain membakar Lima bangunan yang ditempati enam KK ini, kebakaran yang masih belum diketahui penyebabnya juga menewaskan satu orang anak bernama Citra (12) dan satu orang lagi belum diketahui nasibnya.
20120811ami002_Kebakaran_Kampung_Baru_Balikpapan_TribunKaltim1.jpg
tribun kaltim/fachmi rachman
20120811ami003_Kebakaran_Kampung_Baru_Balikpapan_TribunKaltim1.jpg
tribun kaltim/fachmi rachman
20120811ami004_Kebakaran_Kampung_Baru_Balikpapan_TribunKaltim1.jpg
tribun kaltim/fachmi rachman
20120811ami005_Kebakaran_Kampung_Baru_Balikpapan_TribunKaltim1.jpg
tribun kaltim/fachmi rachman

BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Si jago merah kembali terjadi di Jl Wolter Monginsidi. Sabtu (11/8/2012) sekitar pukul 01.00 Wita, lima bangunan dengan enam Kepala Keluarga (KK) dan 30 orang kembali menjadi korbanya. Api yang diduga berasal dari korsleting arus listrik, karena berawal dari bagian atas rumah, milik Yusuf  (54) di Jl Walter Monginsidi RT 49.

"Api berawal dari atas Rumah Yusuf, yang kemudian menjalar kerumah lain," kata Slamet Rodian, saksi mata. Yusuf yang panik keluar menyelamatkan diri dengan anaknya Herlina.

Yusuf  kemudian berputar- putar di sekitar rumahnya. Warga yang melihat api yang mulai menyebar berusaha menerobos masuk, dikarenakan masih ada dua anak Herlina berada di dalam Muhammad Topan Hakim (5) atau akrab disapa Opan dan Citra Awalia (11).

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co.id di lokasi kejadian, warga yang masuk berhasil menyelamatkan opan dan Citra. Namun belakangan, baru diketahui Citra menghilang dan hanya opan yang selamat. Pencaria pun dilakukan sebagian warga. Sedangkan yang lainya sibuk memadamkan api, dengan peralatan yang ada. Tapi apalah daya, api semakin membesar dan mulai menjalar kerumah H Syaifuddin (58).

Dengan baju koko yang dipegang erat oleh Syaifuddin, ia berusaha keluar ketika api jatuh pas di kamarnya. Kepanikannya juga membuat kepalanya terbentur keras pada kusen rumahnya, namun hal tersebut tidak menghentikannya, untuk terus berlari., menjauh dari api. Ia pun selamat dengan menggenggam erat baju kokonya.

Api yang semakin membesar kemudian menjalar, di kediaman H Pati atau akrab disapa H Boim dan Manysah yang tepat berada di kiri dan kanan dua rumah yang terlebih dahulu terbakar. "Api semakin besar, baru pemadam datang," kata Slamet. Beberapa warga yang rumahnya berdekatan juga sudah mengemas barang untuk diselamatkan.

Padatnya warga yang berada dilokasi untuk menonton,  membuat mobil pemadaman api agak terganggu. Namun dengan penangan intensif, kurang lebih sejam api berhasil dipadamkan Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK). "Kami turunkan enam unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran ini, yang juga dibantu dengan unit-unit lain diluar BPBK," kata Kepala BPBK Balikpapan, Abdul Azis.

Api yang padam sempat meredahkan suasana kepanikan ratusan warga di perumahan padat penduduk ini. Namun malangnya, Citra belum ditemukan, maka penggalian pun dilakukan pihak Tim SAR gabungan disekitar lokasi. Dan ditemukanlah jenazah yang diduga, dua orang teperangkap dan hangus terbakar. Dua mobil medis pun digunakan untuk mengankut dugaan dua jenazah tersebut.

Salah satu jenazah tampak dengan tengkorak, setengah badan, dan tulang paha, sedangkan satu lagi hanya tinggal serpihan tulang belulang.  Salah satunya masih diduga adalah Citra, sedangkan satu lagi sempat dikira adalah Opan yang ternyata selamat.

Dua kantong Jenazah yagn diduga milik dua orang,  langsung dilarikan di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD). Dugaan tesebut membuat keharuan pada keluarga Yusuf dan Herlina. Mereka pun coba ditenangkan di salah satu rumah keluarganya.

Sementara warga tetap melakukan pencarian terhadap Citra. Tidak lama Ayah Citra,  Darmansyah muncul dan melihat kediaman mantan mertuanya, yang hangus terbakar. Tampak keharuan mendalam di wjahnya ia tidak berbicara satu patah pun saat berada di lokasi kejadian.Ia pun menuju rumah kediaman salah satu keluarganya, duduk bersandar, dan tertunduk.

Tidak lama duduk, ia pun langsung menyusul menuju RSKD. Dan setibanya di sana keharuan pun semakin mendalam ketika melihat jenazah yang diduga Citra hangus terbakar. Ditanyai oleh sanak keluarganya pun ia hanya terdiam, ia tampak sangat syok atas kejadian ini.

Saat memperhatikan jenazah yang terbaring di ruang mortuary RSKD ia pun akhirnya berujar, "Tuhan lebih sayang dia dari pada kita". Mendengar kata-kata tersebut keluarga yang bersamanya sempat terdiam. Darmansyah pu melangkah keluar ruangan. Tidak ada kepastian kabar Citra, yang masih dalam pencarian, Darmanysah pun beranjak dari RSKD.

Menurut Ali petugas Mortuary RSKD, akan dilakukan otopsi dan kemungkinan pengambilan sampel DNA untuk memperjelas siapa jenazah tersebut. "Kami masih belum bisa pastikan, tapi dugan sementara  dua kantong ini kemunkinan hanya milik satu orang," tandasnya. Namun untuk lebih memastikan ia meminta keluarga menunggu hasil otopsi.

Polsek Balikpapan Barat, juga masih melakukan penyelidikan, dan untuk sementara belum bisa memastikan penyebab kebakaran, yang diduga salah satu warga setempat karena korsleting listrik.

Polsek juga masih menunggu hasil dari pihak rumah sakit untuk kepastian jumlah korban. "Kami masih menyelidiki penyebabnya dan korban jiwa atas kejadian," kata Kanit Reskrim Polsek Balikpapan barat, Ipda Nyoman Darmawansa.(*)

Penulis : Adnan Malewa
Editor : Fransina